Ini Bukti Bumi Hanya Butiran Debu di Luar Angkasa

Ini Bukti Bumi Hanya Butiran Debu di Luar Angkasa

ADVERTISEMENT

Ini Bukti Bumi Hanya Butiran Debu di Luar Angkasa

Tim - detikInet
Minggu, 28 Agu 2022 05:45 WIB
Foto Bumi Bulat
Foto: NASA
Jakarta -

Luasnya luar angkasa membuat objek berukuran diameter ratusan ribu kilometer pun tampak seperti butiran debu. Mari mulai dari Bumi. Satu-satunya planet yang diketahui dapat dihuni oleh makhluk hidup ini memiliki jari-jari 6.378 km dan diameter sekitar 12.742 km.

Angka tersebut tidak cukup untuk membuat Bumi menjadi planet terbesar di tata surya. Jupiter yang menyandang status tersebut dengan diameter 142.984 km.

Jika Jupiter tampak sudah cukup besar, tengok Matahari. Pusat dari sistem tata surya ini memiliki diameter 1,392 juta km. Sebagai perbandingan, lebih dari 1 juta Bumi bisa dimasukkan ke dalam bintang tersebut.

Matahari adalah Bintang tipe G, atau biasa disebut sebagai golongan kurcaci kuning. Hal ini membuat masih banyak bintang-bintang lain dengan ukuran yang jauh lebih besar dari Matahari.

Sampai saat ini, status bintang paling besar disematkan kepada UY Scuti, yang ukurannya setara dengan lebih dari 1.700 kali lebih besar dari Matahari. Menariknya, karena massa dan ukuran objek di luar angkasa tak berkorelasi, massa UY Scuti hanya sekitar 30 kali dari Matahari.

Bergerak lebih jauh, objek lain yang patut diperhitungkan sebagai 'raksasa' di alam semesta adalah black hole, atau beberapa disebut sebagai supermassive black hole dikarenakan ukurannya luar biasa besar.

Galaksi Bima Sakti sendiri memiliki satu lubang hitam super besar dengan massa 4 juta kali Matahari. Meskipun begitu, supermassive black hole terbesar hingga saat ini berada di galaksi NGC 4889. Lubang hitam ini memiliki massa sekitar 21 miliar kali lebih besar dari Matahari.

Objek yang setingkat lebih besar dari lubang hitam adalah tempat benda tersebut bernaung, yaitu galaksi, sebuah kumpulan dari sistem bintang seperti tata surya.

Untuk mengukur objek yang satu ini, ukuran panjang konvensional sudah semakin sulit digunakan, dan harus diganti dengan satuan cahaya. Bima Sakti, galaksi tempat Bumi bernaung, memiliki panjang dari tiap ujungnya yang dapat ditempuh selama 100 ribu tahun cahaya.

Halaman selanjutnya, kumpulan galaksi>>>

Saksikan juga Sosok minggu ini: Tasawuf Underground, Syiar Islam untuk Punkers

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT