Agartha, Dunia Bawah Bumi yang Disebut Tempat Yakjuj Makjuj

Agartha, Dunia Bawah Bumi yang Disebut Tempat Yakjuj Makjuj

ADVERTISEMENT

Agartha, Dunia Bawah Bumi yang Disebut Tempat Yakjuj Makjuj

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 17 Jul 2022 05:45 WIB
Pembahasan mengenai kehidupan di luar Bumi sudah bukan topik yang asing lagi. Tapi kalau kehidupan di dalam perut Bumi?

Agartha dipercaya merupakan sebuah kota di bawah Bumi yang ditinggali oleh mahluk asing dengan peradaban maju. Zaman dulu, orang-orang percaya bahwa Bumi ini kopong dan berisi orang-orang dengan ras berbeda.

Penduduk Agartha dipercaya memiliki wujud yang sama dengan manusia pada umumnya, namun mereka sudah menjadi manusia dengan kecerdasan sempurna. Kehidupan mereka pun lebih harmonis.
Ilustrasi Hollow Earth, lokasi yang dipercaya jadi lubang ke dunianya Yakjuj dan Makjuj.Foto: VICE
Jakarta -

Sebuah legenda, Agartha, menyebutkan ada kota di dalam Bumi. Ini bahkan disebut oleh sebagian orang sebagai tempat Yakjuj Makjuj atau Gog dan Magog berada.

Agartha dipercaya sebagai kota atau kerajaan di dalam Bumi. Isinya adalah makhluk asing dengan peradaban maju. Kepercayaan ini muncul sejak zaman dulu, di mana orang-orang percaya Bumi kopong dan berisi dengan orang-orang dengan ras berbeda.

Kata legenda, makhluk di Agartha lebih beragam tetapi lebih harmonis daripada kehidupan manusia yang tinggal di atas Bumi. Mereka pun memiliki kecerdasan yang sempurna.

Dalam ilmu sains, ada kepercayaan yang seakan mendukung yakni teori 'hollow earth' atau Bumi yang kopong. Edmond Halley, seorang astronomer dan ahli geofisika, pada 1962 mencetuskan bahwa Bumi kemungkinan memiliki kedalaman 800 km dan terdiri dari dua cangkang bulat dan sebuah inti. Di antara lempeng tersebut terdapat ruang hampa, seperti ditulis New York Post.

Teori ini didukung oleh John Cleves Symmes Jr di abad ke-19. Symmes meyakini bahwa kutub utara dan selatan memiliki masing-masing lubang yang bisa mengantarkan manusia ke dalam Bumi, seperti disebut dalam artikel yang diulas Atlas Obscura.

Meski begitu, ajaran sains mementahkan teori tersebut. Peneliti geologi sudah melakukan riset dan menyebut bahwa permukaan Bumi hingga ke inti berjarak 6.371 km. Bumi pun tidak kosong atau kopong melainkan memiliki inti Bumi. Inti Bumi dipercaya memiliki temperatur 6.000 derajat Celsius atau 1.000 derajat lebih panas dari permukaan Matahari.

Lihat juga video 'Detik-detik Meteor Melintas Langit Chili':

[Gambas:Video 20detik]



(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT