3 Jenis Gerhana Matahari dan Proses Terjadinya

ADVERTISEMENT

3 Jenis Gerhana Matahari dan Proses Terjadinya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 12 Agu 2022 14:21 WIB
The moon moves across the sun during a solar eclipse in Piedra del Aguila, Argentina, Monday, Dec. 14, 2020. The total solar eclipse was visible from the northern Patagonia region of Argentina and from Araucania in Chile. (AP Photo/Natacha Pisarenko)
3 Jenis Gerhana Matahari dan Proses Terjadinya. Foto: AP Photo/Natacha Pisarenko
Jakarta -

Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika Bulan mengorbit Bumi, Bulan bergerak di antara Matahari dan Bumi. Ketika ini terjadi, Bulan menghalangi cahaya Matahari yang mencapai Bumi.

Selama terjadinya peristiwa gerhana Matahari, Bulan melemparkan bayangan ke Bumi. Perlu kalian ketahui, ada tiga jenis gerhana Matahari seperti dirangkum detikINET dari situs NASA, Jumat (12/8/2022).

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total terlihat dari area kecil di Bumi. Orang-orang yang melihat gerhana total berada di tengah bayangan Bulan ketika menyentuh Bumi. Langit menjadi sangat gelap, seperti malam. Saat terjadi gerhana Matahari total, Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari sebagian terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tidak sejajar. Matahari tampak memiliki bayangan gelap di sebagian kecil permukaannya.

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi. Karena Bulan lebih jauh, ia akan tampak lebih kecil. Kondisi ini tidak menghalangi seluruh pandangan Matahari.

Bulan di depan Matahari tampak seperti piringan gelap di atas piringan berwarna Matahari yang lebih besar sehingga menciptakan penampakan seperti cincin di sekitar Bulan.

Selama gerhana Matahari terjadi, Bulan melemparkan dua bayangan di Bumi.

  • Umbra: bayangan ini semakin kecil saat mencapai Bumi. Umbra adalah pusat gelap bayangan Bulan. Orang yang berada di wilayah umbra akan melihat gerhana total.
  • Penumbra: bayangan penumbra semakin besar saat mencapai Bumi. Orang yang berdiri di wilayah penumbra akan melihat gerhana sebagian.

Untuk diketahui, gerhana Matahari terjadi setiap 18 bulan di suatu tempat di Bumi. Tidak seperti gerhana Bulan, gerhana Matahari hanya berlangsung beberapa menit.

Penting juga untuk diingat, jangan pernah melihat langsung ke arah Matahari. Kalau kalian melakukannya, mata bisa rusak permanen. Cara terbaik menyaksikan peristiwa gerhana Matahari adalah menggunakan alat bantu seperti teleskop, kamera lubang jarum, kacamata Matahari atau kamera DSLR dengan filter.



Simak Video "Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT