Bayi Kembar Siam Kepala Berhasil Dipisahkan Dibantu Pakai VR

ADVERTISEMENT

Bayi Kembar Siam Kepala Berhasil Dipisahkan Dibantu Pakai VR

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 05 Agu 2022 15:49 WIB
Geminin Untwined
Bayi kembar siam berhasil dipisahkan dengan bantuan teknologi virtual reality (VR). Keduanya berhasil selamat meski operasi yang dilakukan sangat kompleks. Foto: Geminin Untwined via IFL Science
Jakarta -

Bayi kembar dempet atau kembar siam berhasil dipisahkan dengan bantuan teknologi virtual reality (VR). Keduanya berhasil selamat meski operasi yang dilakukan sangat kompleks. Kembar tersebut berusia 3 tahun, bernama Bernardo dan Arthur. Mereka berhasil terpisah setelah melakukan tujuh kali operasi di Rio De Janeiro, Brasil.

Lebih dari 100 staf medis terlibat dalam operasi yang dipimpin oleh Noor ul Owase Jeelani, seorang dokter bedah saraf ternama di Great Ormond Street Hospital, London.

"Kami tidak hanya memberikan masa depan baru bagi anak laki-laki dan keluarga mereka, kami telah melengkapi tim lokal dengan kemampuan dan kepercayaan diri untuk melakukan pekerjaan kompleks seperti itu dengan sukses lagi di masa depan. Melalui proses kerja tim dan berbagi pengetahuan secara global ini, kami berharap dapat meningkatkan hasil bagi semua anak dan keluarga yang berada dalam posisi sulit ini," kata Jeelani.

Geminin UntwinedBayi kembar siam berhasil dipisahkan dengan bantuan teknologi virtual reality (VR). Keduanya berhasil selamat meski operasi yang dilakukan sangat kompleks. Foto: Geminin Untwined via IFLScience

Operasi pemisahan ini disebut memiliki banyak kesulitan. Pertama, anak kembar ini sudah berusia hampir empat tahun, menjadikan mereka anak laki-laki kembar craniopagus tertua dengan otak menyatu yang dipisahkan. Ini juga merupakan operasi pertama dari jenisnya yang dilakukan di Amerika Latin.

Kembar siam sangat jarang terjadi, hanya terjadi pada 1 dari 60.000 kelahiran. Hanya 5% di antaranya yang menyatu di tengkorak, yang secara medis dikenal sebagai kembar craniopagus.

Operasi ini sangat sulit karena fusi otak dan berbagi beberapa pembuluh darah utama. Sebelum pemisahan, para ahli lain menganggapnya terlalu berisiko mengingat kompleksitas kasus yang intens, sehingga tim terpaksa melakukan persiapan dalam jumlah besar.

Untuk bersiap-siap untuk operasi yang monumental, tim medis menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menguji dan menguji teknik menggunakan simulasi VR dari si kembar berdasarkan pemindaian CT dan MRI.

Usaha tidak mengkhianati hasil, kedua anak kembar itu berhasil dipisahkan dengan selamat. Demikian seperti ditulis IFL Science, Jumat (5/8/2022).



Simak Video "Kecerian Kembar Dempet Garut di Tengah Himpitan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT