Fakta Ilmiah Arapaima, Ikan Raksasa yang Muncul Usai Banjir di Garut

ADVERTISEMENT

Fakta Ilmiah Arapaima, Ikan Raksasa yang Muncul Usai Banjir di Garut

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 27 Jul 2022 16:05 WIB
Tentang ikan Arapaima diketahui sebagai ikan raksasa yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Ikan tersebut ditemukan di Garut pasca banjir bandang.
Fakta Ilmiah Arapaima, Ikan Raksasa yang Muncul Usai Banjir di Garut Foto: Wikimedia Commons/Citron
Jakarta -

Banjir bandang yang terjadi di Garut beberapa pekan yang lalu menyisakan kejutan berupa tiga ekor ikan raksasa. Ternyata itu merupakan ikan arapaima peliharaan warga yang terlepas.

Di Indonesia, ikan eksotis ini biasanya hanya ditemukan di kebun binatang. Tapi belakangan banyak juga yang memelihara ikan arapaima di kolam pribadinya.

Lantas apa itu ikan arapaima dan dari mana asalnya? Berikut ini fakta-fakta ilmiah ikan arapaima yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber:

Ikan asli Amazon

Ikan arapaima, atau yang nama ilmiahnya Arapaima gigas, merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Amerika Selatan, tepatnya perairan Amazon serta danau dan rawa di sekitarnya.

Warga Brasil menyebut ikan ini dengan nama pirarucu, yang jika diterjemahkan secara kasar berarti ikan merah. Sedangkan warga Peru mengenal ikan ini dengan nama paiche.

Ikan arapaima merupakan salah satu sumber protein andalan warga di sekitar Amazon selama berabad-abad. Daging ikan ini biasanya dikeringkan dan diawetkan oleh warga sehingga bisa disimpan dalam waktu lama tanpa membusuk.

Panjangnya bisa sampai 4 meter

Ciri fisik utama ikan arapaima adalah ukurannya yang besar dan panjang. Di alam liar, panjang ikan arapaima bisa mencapai 4 meter dengan berat hingga 200 kg. Tidak heran jika ikan arapaima dilabeli sebagai ikan air tawar terbesar di dunia.

Ikan arapaima memiliki kepala yang lebar dan bertulang. Tubuhnya terlihat ramping dengan sirip yang membentang di sepanjang punggungnya. Kepala ikan arapaima memiliki warna hijau tembaga, badannya berwarna hitam dengan bagian tengah berwarna putih, dan ekor berwarna merah.

Karena insangnya yang kecil, ikan arapaima bernapas dengan menghirup udara dan bisa bertahan hidup di sungai dengan kadar oksigen rendah. Ikan ini biasanya berenang di dekat permukaan air agar bisa bernapas, dan hanya bisa bertahan di dalam air selama 10-20 menit.

Selama ini, Arapaima gigas diyakini sebagai satu-satunya spesies ikan arapaima yang ada di alam liar. Tapi hasil penelitian terbaru menunjukkan setidaknya ada lima atau lebih spesies ikan arapaima.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT