Indonesia Hujan Air, India Malah Hujan Ikan

ADVERTISEMENT

Indonesia Hujan Air, India Malah Hujan Ikan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 18 Jul 2022 05:45 WIB
Ikan teri
Ilustrasi. Foto: IFL Science
Jakarta -

Hujan air atau es sudah biasa, tapi hujan ikan? Tentu ini peristiwa yang langka. Laporan tentang hujan ikan datang dari Kota Jagtial, Telangana, India. Departemen Meteorologi setempat melaporkan warga mengalami 'fenomena hujan hewan' yang sangat langka ketika banyak ikan berjatuhan dari langit.

Sebuah video yang dibagikan ke Twitter diduga menunjukkan beberapa ikan yang menghujani kota. Tak lama sebelumnya, wilayah ini telah mengalami cuaca buruk termasuk banjir dan hujan lebat.



Sementara hujan hewan dari langit adalah idiom (menghujani kucing atau siapa saja), hujan hewan tetap merupakan fenomena yang sangat langka dan dapat terjadi dalam kondisi yang tepat.

"Ini adalah fenomena yang sangat langka, tetapi Anda memang kadang-kadang bisa mendapatkan hujan yang membawa serta ikan kecil atau katak berjatuhan dari langit," kata juru bicara dari layanan cuaca Met Office Inggris, dikutip dari IFL Science, Senin (18/7/2022).

Bagaimana tepatnya hujan hewan terjadi? Nah, ini semua tentang berada di tempat yang salah pada waktu yang tepat. Beberapa makhluk ada yang beruntung tidak terbawa terbang ke langit dan jatuh terhempas di daratan.

"Singkatnya, puing-puing, atau dalam hal ini ikan kecil atau katak, dapat ditangkap sebagai bagian dari aliran udara ke atas selama pembentukan badai petir. Kondisi ini menciptakan arus ke atas yang sangat kuat saat berkembang di atas sungai atau di dekat laut, sehingga membawa ikan atau katak kecil apa pun," jelas Met Office Inggris.

Dalam waktu berdekatan, ada juga peristiwa nyaris serupa di Teluk San Francisco. Wilayah ini mengalami hujan ikan teri. Penduduk setempat menemukan ikan teri berserakan di tempat-tempat yang tidak biasa di sekitar Bay Area, termasuk trotoar, jalan masuk, atap, dan halte bus.

Para ahli percaya, curah hujan yang mencurigakan di wilayah mereka akhir-akhir ini adalah salah satu dampak dari lonjakan populasi ikan teri pesisir.

Otolith Geochemistry and Fish Ecology Laboratory di Department of Wildlife, Fish and Conservation Biology di University of California, memberi tahu masyarakat setempat tentang adanya anchovy spawn atau kemunculan ikan teri dalam jumlah banyak yang terjadi di dataran rendah Teluk San Francisco.

Para ahli percaya bahwa burung laut mengambil keuntungan dari fenomena lonjakan populasi ikan teri pesisir ini, sehingga mereka menjatuhkan ikan dari langit seperti hujan saat menikmati ikan tersebut.

Para ilmuwan juga mencatat fenomena yang disebut upwelling, di mana air laut lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.

"Suhu air saat ini tampaknya lebih dingin dari biasanya dan kondisi ini menyediakan makanan yang sangat dibutuhkan untuk hewan seperti ikan teri, burung laut, dan mamalia laut," ucap Adam Ratner, Associate Director of Conservation Education di Marine Mammal Center.



Simak Video "Melihat Keindahan Strawberry Supermoon di Belakang Kuil Kuno Yunani"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT