Sains di Balik Fenomena Dengar Suara Gaib

Sains di Balik Fenomena Dengar Suara Gaib

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 24 Jun 2022 05:40 WIB
Ilustrasi Hantu
Ilmu Sains di Balik Fenomena Dengar Suara Gaib. Foto: Ilustrasi hantu (iStock)
Jakarta -

Fenomena mendengar suara gaib atau suara hantu menjadi subjek yang lumayan sering dibincangkan. Secara spiritual, fenomena ini pun juga kerap mendapatkan sejumlah penjelasan. Namun secara saintifik, para ilmuwan mencoba mencari jawabannya.

Secara khusus, peneliti ingin lebih memahami mengapa beberapa orang dengan pengalaman 'mendengar' ini lebih nyaman menyebutnya sebagai pengalaman spiritualis, sementara yang lain merasa lebih tertekan dan menerima diagnosis kesehatan mental.

"Spiritualis cenderung melaporkan pengalaman pendengaran yang tidak biasa yang positif, dimulai sejak awal kehidupan dan yang kemudian dapat mereka kendalikan," jelas psikolog Peter Moseley dari Northumbria University di Inggris ketika studi tersebut pertama kali dirilis.

"Memahami bagaimana ini berkembang adalah penting karena dapat membantu kita memahami lebih banyak tentang pengalaman mendengar suara yang menyedihkan atau tidak terkendali," jabarnya.

Dia dan koleganya psikolog Adam Powell dari Durham University di Inggris kemudian merekrut dan mensurvei 65 media clairaudient dari Serikat Nasional Spiritualis Inggris serta 143 anggota populasi umum yang direkrut melalui media sosial, untuk menentukan apa yang membedakan spiritualis dari masyarakat umum.

Secara keseluruhan, 44,6% spiritualis melaporkan mendengar suara setiap hari, dan 79% mengatakan pengalaman itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Sementara sebagian besar melaporkan mendengar suara-suara di dalam kepala mereka, 31,7% melaporkan bahwa suara-suara itu juga berasal dari luar, sebagaimana dikutip dari ScienceAlert.

Hasil survei itu mengejutkan. Dibandingkan dengan populasi umum, spiritualis melaporkan kepercayaan yang jauh lebih tinggi pada paranormal dan cenderung tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka.

Fakta selanjutnya, para spiritualis secara keseluruhan memiliki pengalaman pendengaran pertama mereka pada usia muda, pada usia rata-rata 21,7 tahun. Selain itu, mereka melaporkan bahwa mereka lebih rentan terhadap pengalaman seperti halusinasi.

Hasil ini, kata para peneliti, menunjukkan bahwa mengalami 'fenomena mendengar suara orang mati' karena individu-individu ini sudah mengadopsi paham spiritualisme. Mereka merasa sejalan dengan pengalaman itu dan secara pribadi, pengalaman itu sangat bermakna bagi mereka.

"Semua pengalaman itu mungkin lebih dikarenakan (mereka) memiliki kecenderungan atau kemampuan sejak awal, ketimbang hanya atas dasar percaya pada kemungkinan menghubungi orang mati dengan usaha," ujarnya.

Dengan kata lain, kemungkinan orang yang mendengar suara orang yang telah tiada dikarenakan mereka memang sudah memiliki 'bakat' dan kecenderungan untuk mudah mendengar suara. Ditambah dengan unsur sejarah yang mengikat dan sejalan, seseorang bisa miliki pengalaman mendengar 'suara orang yang sudah tiada'.

Terakhir para peneliti menyimpulkan bahwa penelitian di masa depan, harus mengeksplorasi berbagai konteks budaya untuk lebih memahami hubungan antara penyerapan, kepercayaan, dan pengalaman spiritual yang unik dari mendengar suara hantu. Karenanya, masih ada banyak jawaban yang bisa digali dari pengalaman mendengar suara orang yang sudah tiada.



Simak Video "Remaja Asal Mesir Punya Ide Brilian Ciptakan 'Metaverse'"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)