Dulu Satu Hari di Bumi Tak Sampai 19 Jam, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Dulu Satu Hari di Bumi Tak Sampai 19 Jam, Kok Bisa?

Tim - detikInet
Minggu, 12 Jun 2022 05:45 WIB
Cara mudah belajar tentang Bumi bulat dari rumah aja.
Ilustrasi Bumi. Foto: Google
Jakarta -

Pada saat ini, satu hari di Bumi sama dengan sekitar 24 jam. Ternyata, tidak selalu seperti itu keadaannya di masa silam.

Para peneliti dari Amerika Serikat beberapa waktu lampau berhasil mengungkap durasi satu hari dari masa ke masa lewat penelitian. Mereka mengombinasikan teori astronomi dengan susunan geokimia yang tertanam di batuan kuno.

Maksud dari hal tersebut adalah para peneliti melihat rasio kandungan tembaga dan aluminium pada batuan sedimen Xiamaling di sebelah utara China yang sudah berusia 1,4 miliar tahun seiring terjadinya fenomena perubahan iklim.

Selain itu, mereka juga melakukan hal yang sama pada Walvis Ridge, sebuah pegunungan bawah laut, berusia 55 juta tahun lalu di sebelah selatan Samudra Atlantik.

Hasilnya, disebut bahwa miliaran tahun lalu, satu hari di Bumi 5 jam lebih cepat. Tepatnya, 1,4 miliar tahun lalu, satu hari, atau sama dengan waktu Bumi dalam melakukan rotasi satu putaran penuh di porosnya, berlangsung 18 jam 41 menit, seperti detikINET kutip dari The Guardian.

Penemuan itu sekaligus mengungkap bahwa, rata-rata, durasi sehari di Bumi mengalami perlambatan sekitar 1/74.000 detik per tahun sejak era Precambrian yang terus berlangsung hingga jutaan, bahkan miliaran tahun. Precambrian merupakan periode terkait geologi Bumi yang berlangsung 4,5 miliar hingga 541 juta tahun lalu.

Jarak Bulan dengan Bumi menjadi salah satu penyebab fenomena perubahan durasi dalam satu hari. Karena rotasi Bumi terus melambat secara perlahan-lahan, Bulan pun semakin menjauhi Planet Biru ini.

Stephen Meyers dari University of Wisconsin-Madison dan Alberto Malinverno asal Columbia University, dua peneliti yang bertanggung jawab terhadap temuan ini, menyebut bahwa dalam 1,4 miliar tahun jarak Bulan dengan Bumi hanya 44.000 km, namun kini menyentuh 384.400 km.

Tak hanya itu, Bulan diprediksi akan mengalami sebuah masa yang membuatnya tidak dapat dilihat oleh seluruh orang di dunia. Saat masa tersebut berlangsung, yang diperkirakan masih jauh dari waktu saat ini, Bulan hanya bisa dilihat dari satu sisi Bumi, dan jarak tersebut akan bertahan secara konsisten.



Simak Video "Ilmuwan: Bumi Berputar Lebih Cepat di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT