Jika Matahari Terbit dari Barat, Begini Akibatnya

ADVERTISEMENT

Jika Matahari Terbit dari Barat, Begini Akibatnya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 22 Apr 2022 05:45 WIB
Siluet puncak Gunung Rinjani terlihat jelas saat matahari terbit dari Kota Mataram, NTB, Sabtu (14/8/2021). Gunung Rinjani yang terletak di bagian utara Pulau Lombok merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3,726 mdpl dan menjadi salah satu tempat wisata pegunungan favorit di NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Ilustrasi Matahari terbit. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Matahari terbit dari barat diyakini sebagai salah satu tanda kiamat. Ilmuwan membuat simulasi perumpamaan jika Matahari terbit dari arah berlawanan saat ini. Hasilnya, hal-hal ini yang bakal terjadi.

NASA memang pernah menyebut tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat. "Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat," kata Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA beberapa waktu silam.

Namun namanya juga simulasi, gunanya adalah untuk memenuhi rasa keingintahuan. Disebutkan bahwa iklim Bumi akan menjadi jauh berbeda jika planet kita berotasi ke arah berlawanan dari biasanya. Demikian menurut sebuah studi yang dilakukan Max Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman.

Florian Ziemen, penulis utama studi tersebut dan rekan-rekannya, menjalankan simulasi model komputer selama 7.000 tahun yang membalikkan beberapa proses fisik utama yang dihasilkan dari arah rotasi Bumi yang sebenarnya.

Model tersebut mengungkapkan, Bumi yang berputar mundur dengan fitur yang sangat berbeda, termasuk arus laut yang dialihkan, gelombang cyanobacteria, dan redistribusi tanah gurun seperti Gurun Sahara.

Temuan simulasi Matahari terbit dari barat ini dipresentasikan di General Assembly of the European Geosciences Union (EGU) di Wina, Austria pada 2018.

Dalam simulasi mereka, tim peneliti Ziemen menghentikan semua pergerakan air dan udara, kemudian membalikkan arah gaya Coriolis, menyebabkan sistem bertekanan rendah di belahan Bumi utara berputar searah jarum jam, bukan berlawanan arah jarum jam seperti yang terjadi sekarang.

Jalur harian Matahari juga terbalik dalam model komputer, menyebabkannya terbit di barat dan terbenam di timur. Hasilnya, seperti dikutip dari Weather.com:

1. Cuaca berubah total

Alih-alih mengalir dari barat ke timur, aliran udara pada simulasi terjadi dari timur ke barat. Hal ini membuat iklim di Pantai Timur Amerika Serikat sama dengan Pantai Barat saat ini, dengan kondisi yang lebih beriklim berkat aliran udara terus-menerus ke Laut Atlantik.

Namun, ini menyebabkan musim dingin yang parah di Eropa barat, karena angin membawa udara yang sangat dingin dari Rusia ke wilayah tersebut.

Halaman selanjutnya, Gurun Sahara menghilang>>>



Simak Video "NASA Tegaskan Informasi Matahari Terbit dari Barat Adalah Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT