Jalan-jalan Lintas Multiverse Seperti Doctor Strange, Bisa?

Eureka!

Jalan-jalan Lintas Multiverse Seperti Doctor Strange, Bisa?

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 24 Mei 2022 20:30 WIB
Doctor Strange menunjukkan kekuatannya
Foto: Marvel.com
Jakarta -

Cerita film Doctor Strange in the Multiverse of Madness, menarik perhatian para pecinta sains untuk tahu lebih banyak tentang teori multiverse.

Film yang dibintangi Benedict Cumberbatch ini menampilkan kisah lintas semesta, dan membuat penonton berandai-andai, bisakah kita melakukan perjalanan lintas multiverse seperti Doctor Strange?

Pertanyaan ini diajukan salah satu detikers dalam live streaming Eureka! edisi "Menguak Misteri Universe" kepada nara sumber dosen fisika dari Universitas Indonesia, Handhika Satrio Ramadhan, Ph.D.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Handhika mengingatkan bahwa semua gagasan multiverse yang kerap disajikan dalam sejumlah karya fiksi ilmiah, memang diakui keberadaannya oleh komunitas ilmuwan. Namun, sifatnya masih hipotetis lantaran sulit membuktikannya.

"Ada kelompok fisikawan yang secara serius mengkaji konsep multiverse. Sejauh ini, ada banyak teori yang digagas mengenai multiverse. Jadi bukan hanya satu versi. Sejauh ini yang saya tahu, itu (multiverse) masih hypotetical. Artinya, belum ada bukti eksperimen atau observasinya," sebutnya.

Pasalnya, kata Handhika, fisika adalah sains eksperimen. Jadi selama teori itu belum ada pembuktiannya, maka belum bisa dianggap sebagai suatu hukum fisika, sehingga jadi sebatas teori saja.

"Semua model multiverse masih hypotetical jadi masih merupakan model konsekuensi matematis saja keberadaannya, belum dibuktikan melalui eksperimen. Jadi belum ada buktinya traveler yang berpindah dari satu universe ke universe lain," kata Handhika.

Menjawab pertanyaan detikers apakah mungkin melakukan perjalanan lintas multiverse seperti yang dilakukan tokoh Doctor Strange, Handhika mengatakan hal itu akan bergantung pada model multiverse mana yang akan dijadikan acuan.

"Seperti tadi saya katakan, ada banyak model multiverse yang digagas. Kalau model bubble universe (yang dijadikan acuan), untuk berpindah dari satu bubble ke bubble lain secara hukum fisika tidak memungkinkan," ujarnya.

Handhika mengibaratkan bubble universe seperti gelembung yang muncul pada air mendidih. Sementara bubble universe yang satu sedang mengembang (expanding), di bubble universe yang lain sudah berhenti mengembang.

"Karena once mereka (gelembung) create, mereka akan mengembang dalam kecepatan cahaya. Ruang di mana bubble-bubble ini create, akan expanding. Jadi dari model bubble universe itu tidak mungkin berpindah ke bubble lain," tutupnya.

[Gambas:Youtube]



(rns/rns)