Melihat Gerhana Bulan Total dari Antariksa, Menakjubkan!

Melihat Gerhana Bulan Total dari Antariksa, Menakjubkan!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 18 Mei 2022 11:15 WIB
Fenomena Gerhana Bulan Total Blood Moon terlihat di langit sejumlah negara dunia. Fenomena ini dapat dilihat di benua Amerika hingga Eropa. Ini fotonya.
Melihat Gerhana Bulan Total dari Antariksa, Menakjubkan!. Foto: USA TODAY NETWORK via REUTERS
Jakarta -

Gerhana bulan total telah berlalu, namun kesan mengamati fenomena alam tersebut akan begitu mendalam, apalagi dapat diabadikan dari sudut pandang yang tak biasa, menyaksikan gerhana bulan total dari luar angkasa.

Momen itu seakan tak ingin lepas begitu saja oleh astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Samantha Cristoforetti yang sedang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Samantha memotret ketika bumi, bulan, dan matahari berada dalam garis lurus sempurna. Kemudian ia bagikan lewat akun Twitter miliknya.

Memang tidak terlihat seperti blood moon seperti yang tampak bila dilihat dari bumi. Namun, di pinggiran bulan ada corak coklat kemerahan, sedangkan di sisi sebelahnya gelap.

Sementara di foto lainnya, Samantha berusaha keras mengabadikan gerhana bulan total di sela-sela panel surya ISS dan planet biru Bumi.

Gerhana bulan total pada 15-16 Mei 2022 ini adalah yang pertama kali berlangsung pada tahun 2022. Gerhana Bulan merupakan kondisi ketika Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, sehingga Bulan tidak mendapat sinar Matahari.

Gerhana Bulan total ini juga bertepatan dengan Hari Raya Waisak tahun Saka 2565. Ilmuwan gerhana Fred Espenak menyebutkan gerhana bulan total pada 15 Mei itu juga disebut supermoon, di mana bulan purnama berada di perigee alias paling dekat jaraknya dengan Bumi.

Coraknya yang berwarna merah saat ketika proses gerhana terjadi menjadikan fenomena ini disebut juga blood moon atau bulan berdarah.

Gerhana bulan total edisi kali ini diperkirakan berjalan selama tiga jam 27 menit 58 detik. Sayangnya, gerhana bulan total ini tidak dapat disaksikan di Indonesia. Sebab ketika kejadian itu, wilayah Indonesia sudah memasuki siang hari berikutnya.

[Gambas:Youtube]



(agt/fay)