Ilmuwan Deteksi Adanya Gempa Matahari

Ilmuwan Deteksi Adanya Gempa Matahari

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Deteksi Adanya Gempa Matahari

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 17 Mei 2022 06:48 WIB
Badai Matahari akan hantam bumi
Foto: Dok. REUTERS/NASA/SDO/Handout
Jakarta -

Siklus Matahari yang makin intensif yang saat ini kita alami, menciptakan tornado di permukaan Matahari, serta suar paling kuat yang pernah terlihat. Kini, para peneliti menemukan contoh terbaru dari fenomena Matahari lainnya yang tak kalah kuat.

"Kami baru saja mendeteksi gempa Matahari pertama dalam Solar Cycle 25. Gempa itu beriak menjauh dari suar Matahari kelas X1.5 pada 10 Mei 2022," kata Alexander Kosovichev dari The New Jersey Institute of Technology, dikutip dari Spaceweather.com.

Seperti namanya, gempa Matahari adalah episode aktivitas seismik di Matahari yang mirip dengan gempa Bumi di planet kita tetapi jauh lebih kuat. Mempelajari gempa Matahari dapat membantu para ilmuwan memahami hubungan antara bintik Matahari dan bagaimana mereka menghasilkan semburan Matahari yang kuat.

Pertama kali ditemukan pada tahun 1996, gempa Matahari menyertai beberapa semburan Matahari dan biasanya mengandung sekitar 40.000 kali jumlah energi yang dilepaskan dalam gempa Bumi San Francisco tahun 1906 yang bersejarah.

Sama seperti gempa Bumi, getarannya beriak melalui bagian dalam Matahari, tetapi dengan perbedaan yang misterius. Gelombang kompresi mempercepat hingga 250.000 mil per jam saat mereka bergerak melalui Matahari sebelum tiba-tiba menghilang.

Kosovichev menunjuk ke dopplergram di bawah yang diambil dari Solar Dynamics Observatory NASA di mana riak gempa hari Selasa hampir tidak terlihat.

"Riaknya hampir diliputi oleh turbulensi. Inilah mengapa kami butuh waktu lama untuk menemukannya," jelasnya.

Matahari mengalami siklus kira-kira 11 tahun di mana aktivitas bintik Matahari dan suar meningkat ke puncaknya sebelum jatuh lagi. Saat ini kita berada di bagian siklus yang semakin intensif, yang berarti kita bisa mendapati lebih banyak gempa Matahari dalam beberapa tahun ke depan.



Simak Video " Momen Gerhana Matahari Parsial Lintasi Menara Eiffel"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT