Sains di Balik 'Impossible Colour', Warna yang Tidak Bisa Dilihat Manusia

ADVERTISEMENT

Sains di Balik 'Impossible Colour', Warna yang Tidak Bisa Dilihat Manusia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 30 Mar 2022 09:20 WIB
Happy girl laughing against a colorful tiles background. Concept of joy
Sains di Balik 'Impossible Colour', Warna yang Tidak Bisa Dilihat Manusia. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Ada teori yang menyatakan kemampuan melihat manusia sangat terbatas, sehingga kita tidak bisa melihat semua warna. Warna tak terlihat ini disebut 'impossible colour'.

Warna merupakan jangkauan terbatas cahaya yang hanya sepanjang spektrum elektromagnetik yang dapat dilihat manusia. Dengan kata lain, warna adalah cara otak menggunakan mata kita, menafsirkan berbagai frekuensi dalam gerakan gelombang. Dengan hipotesis kita hanya bisa menafsirkan cahaya dalam rentang terbatas, muncul pertanyaan selanjutnya: apakah itu berarti ada warna yang tidak bisa kita lihat?

Untuk memproses warna, kita perlu mengetahui fungsi dari retina yang terdiri dari sel-sel peka cahaya yang disebut batang dan kerucut. Mereka mengirimkan informasi ke sel-sel saraf di retina bagian dalam. Batang bertanggung jawab atas persepsi kita tentang terang dan gelap dan penglihatan tepi kita. Kerucut, ditemukan di tengah retina, yang memungkinkan kita melihat warna. Ini terbagi dalam tiga jenis, masing-masing sensitif terhadap rentang gelombang cahaya yang berbeda.

Manusia memiliki lebih banyak kerucut yang sensitif terhadap cahaya merah daripada jenis lainnya, yang berarti penglihatan manusia paling baik untuk warna yang lebih terang seperti merah, oranye, dan kuning.

Apakah mungkin untuk melihat warna yang mustahil?

Teori proses-lawan persepsi warna telah ada sejak tahun 1970-an. Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa tidak mungkin bagi manusia mana pun untuk melihat warna seperti kuning kebiruan dan merah kehijauan. Namun, pada 1980-an, dua peneliti melakukan eksperimen untuk melihat apakah mungkin 'menipu' otak untuk melihat warna-warna ini.

Eksperimen mereka melibatkan subjek yang menatap gambar yang terdiri dari dua strip berwarna merah dan hijau. Untuk memastikan mata subjek tetap tertuju pada warna yang berlawanan, kepala mereka distabilkan dengan sandaran dagu dan gerakan mata dilacak menggunakan kamera -- tidak disarankan melakukan eksperimen ini sendiri di rumah.

Hasil eksperimen itu mengejutkan. Dalam kondisi yang tepat dan untuk jumlah waktu yang tepat, batas antara warna yang berlawanan tampaknya secara bertahap menghilang, dan apa yang disebut warna terlarang atau impossible colour berhasil muncul. Namun eksperimen lanjutan soal ini masih dibutuhkan untuk mengetahui lebih jauh tentang seberapa besar kemampuan mata manusia menangkap warna, demikian melansir London Vision Clinic.



Simak Video "Catat! Ini Kelebihan-Kekurangan Punya Mobil Warna Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT