Citra Satelit Terbaru: Anak Krakatau 'Bersendawa' dari Antariksa

Citra Satelit Terbaru: Anak Krakatau 'Bersendawa' dari Antariksa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 29 Mar 2022 22:05 WIB
Gunung Anak Krakatau 2 erupsi hari ini
Foto: Gunung Anak Krakatau erupsi (dok. Badan Geologi)
Jakarta -

Visual Gunung Anak Krakatau dari luar angkasa terbaru dirilis. Saat diabadikan, gunung berapi aktif itu terpantau sedang 'bersendawa'.

Gumpalan asap terlihat membubung keluar dari kawa Anak Krakatau, seperti yang dijepret oleh satelit European Sentinel 2 pada Senin (28/3).

Sebagai informasi, satelit European Sentinel 2 merupakan misi observasi Bumi yang dijalankan Badan Antariksa Eropa (ESA) melalui program Copernicus untuk memantai tanah, laut, pemetaan bencana alam, peningkatan air laut, dan lainnya.

Dari foto citra satelit ini, tampak gunung yang berada di Selat Sunda tersebut tampak mulai membentuk kembali pasca hancur usai erupsi hebat pada 2018. Ketika itu, letusan tersebut memicu tsunami hingga menerjang daratan di Banten.

Gunung Anak Krakatau ini bahkan dilaporkan mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi dua kilometer.

Gunung Anak Krakatau dari luar angkasa.Gunung Anak Krakatau dari luar angkasa. Foto: Copernicus

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 25 Maret 2022, pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 M di atas puncak (± 2.157 M di atas permukaan laut)," tulis laporan Badan Geologi seperti dikutip, Jumat (25/3).

Pantauan petugas Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam. Semburan abu mengarah ke timur gunung api yang ada di Selat Sunda itu.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 56 mm dan durasi 176 detik," tulisnya.

Erupsi kedua terjadi selang dua jam dari letusan pertama. Pada pukul 07.04 WIB, Gunung Anak Krakatau erupsi untuk kedua kalinya, letusan ini tercatat lebih kecil dibanding pertama. Tinggi kolom abu mencapai 1 kilometer di atas kawah.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 56 mm dan durasi 49 detik," kata dia.

Otoritas gunung berapi melarang masyarakat atau wisatawan untuk mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada di level II atau Waspada.



Simak Video "Waspada! Anak Krakatau Siaga, BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami di Malam Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)