Ilmuwan Prediksi Kota Dunia yang Bakal Tenggelam, Ada Jakarta - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Prediksi Kota Dunia yang Bakal Tenggelam, Ada Jakarta

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 29 Mar 2022 05:40 WIB
Suasana pembangunan tanggul laut di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa (11/11). Pemprov DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat telah menyelesaikan pembangunan tanggul laut sepanjang 12,6 kilometer dari target prioritas sepanjang 46 kilometer untuk mengantisipasi banjir rob di pesisir utara ibu kota.
Mencegah Jakarta tenggelam dengan tanggul raksasa. Foto: Pradita Utama

Jakarta Paling Cepat Tenggelam

Meskipun tidak ada negara yang kemungkinan akan "dilahap" pada tahun 2100, banyak kota besar berada pada risiko yang sangat serius terendam air.

"Salah satu contoh paling jelas dari kenaikan permukaan laut yang menyebabkan kesulitan dunia nyata yang signifikan adalah Jakarta, ibu kota Indonesia," tulis laporan Earth.org.

Jakarta, tempat bermukim kurang lebih 10 juta orang, dijuluki sebagai "kota yang paling cepat tenggelam di dunia" oleh BBC. Earth.org menyebut Jakarta tenggelam 5 hingga 10 cm setiap tahun karena drainase air tanah yang berlebihan.

Jika ditambah dengan naiknya permukaan laut, kombinasi ini mengakibatkan bencana. Menurut World Economic Forum, sebagian besar Jakarta bisa terendam air pada tahun 2050.

Tak hanya Jakarta yang menghadapi ancaman ini. World Economic Forum juga menyebut pada tahun 2100, Dhaka ibu kota Bangladesh (populasi 22,4 juta); Lagos ibu kota Nigeria (penduduk 15,3 juta), dan Bangkok ibu kota Thailand (populasi 9 juta), juga bisa seluruhnya tenggelam atau memiliki lahan yang luas di bawah air dan tidak dapat digunakan.

Naiknya permukaan laut juga kemungkinan besar akan berdampak besar pada Amerika Serikat (AS). Berdasarkan proyeksi baru-baru ini, banyak kota di AS menghadapi masalah serius pada tahun 2050, dengan sebagian besar lahan berpotensi menjadi tidak layak huni.

Menurut NOAA, di banyak lokasi di sepanjang garis pantai AS, banjir pasang sekarang 300% hingga lebih dari 900% lebih sering terjadi dibandingkan 50 tahun lalu. Ini menunjukkan permukaan laut merupakan penyebab yang patut dikhawatirkan.

Kota New York di AS juga paling berisiko. Menurut penelitian dari Climate Central, pada tahun 2050, hampir setengah juta (426.000) warga New York akan hidup di lahan yang terancam. Kerentanan New York terhadap banjir terlihat jelas pada tahun 2012, ketika kota itu terdampak parah Badai Sandy.

Jadi, apa yang bisa dilakukan? Apakah kota-kota dan negara-negara ini ditakdirkan, atau dapatkah mereka diselamatkan? Negara-negara yang berinvestasi di bidang infrastruktur, seperti Belanda, mungkin dapat menghindari beberapa dampak banjir.

Sejumlah ahli menyebut, faktor kunci dalam menentukan apakah sebuah kota atau negara akan hilang ditelan air tidak selalu akibat laju kenaikan permukaan laut, tetapi lebih pada kapasitas kota atau negara tersebut mengatasi masalah dan mengembangkan pertahanan jangka panjang.

(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT