Miris! Para Peneliti COVID-19 Alami Pelecehan

Miris! Para Peneliti COVID-19 Alami Pelecehan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 25 Mar 2022 18:35 WIB
Ilmuwan Kenali Tujuh Kelompok Gejala COVID-19
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Menurut sebuah survei terbaru yang diterbitkan publikasi ilmiah Science, Kamis (24/3), hampir 2 dari 5 peneliti COVID-19 melaporkan bahwa mereka dilecehkan sejak pandemi dimulai.

Survei tersebut mencakup tanggapan dari 510 peneliti yang telah mempublikasikan tentang COVID-19 dan dilakukan oleh tim berita jurnal Science.

Survei yang tidak melalui proses peer review ini menemukan bahwa 38% dari para peneliti tersebut pernah mengalami pelecehan. Sebelum pandemi, 71% responden mengatakan mereka menerima lebih sedikit pelecehan atau tidak ada pelecehan sama sekali.

Para peneliti melaporkan, serangan terhadap pribadi dan kemampuan profesional adalah jenis pelecehan yang paling umum mereka terima. Jenis pelecehan lainnya, seperti ancaman bahaya, intimidasi fisik, dan doxxing, lebih jarang terjadi.

Yang lebih parah pun ada. Seperti dikutip dari NBC News, sebanyak 18 ilmuwan atau sekitar 3,5% dari mereka yang disurvei, mengatakan mereka menerima ancaman pembunuhan.

Analisis Science memperkirakan, ilmuwan dengan sikap publik yang berkaitan dengan tentang topik yang dipolitisasi, termasuk yang menentang penggunaan obat Ivermectin, lebih mungkin mengalami pelecehan.

Pelecehan terhadap peneliti dan pejabat kesehatan masyarakat selama pandemi telah menjadi perhatian dan fokus yang makin berkembang bagi organisasi profesi ini.

Survei yang dilakukan oleh Nature, yang mencakup tanggapan dari 321 peneliti yang membahas COVID-19 di media, menemukan bahwa 81% melaporkan menerima serangan pribadi, 22% menerima ancaman kekerasan fisik atau seksual, dan 15% menerima ancaman pembunuhan.

Sebuah studi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health yang diterbitkan minggu lalu, menemukan fakta adanya laporan pelecehan yang meluas di antara departemen kesehatan masyarakat setempat.

Dalam data survei yang dikumpulkan oleh National Association of County and City Health Officials, peneliti menemukan 57% departemen kesehatan melaporkan pelecehan selama 11 bulan pertama pandemi, dan ada 1.499 kasus dilaporkan.



Simak Video "Ada yang Buat WHO Meragu soal Sirkulasi Covid-19 di Dunia Saat Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)