Petir Terpanjang di Dunia Terekam dari Luar Angkasa

Petir Terpanjang di Dunia Terekam dari Luar Angkasa

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 03 Feb 2022 05:47 WIB
Violent lightning bolts strike the water off the Dutch coast.
Petir Terpanjang di Dunia Terekam dari Luar Angkasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven
Jakarta -

Kilatan petir terpanjang di dunia, dari segi jarak yang ditempuh dan durasinya, terekam dari luar angkasa. Rekor ini telah dikonfirmasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia WMO.

Sebelumnya, salah satu kilatan petir terjadi di AS bagian selatan pada April 2020 dengan panjang sekitar 768 kilometer. Catatan ini lebih panjang dari rekor sebelumnya yang terjadi di Brasil pada 2018.

Kilatan petir berikutnya diukur pada Juni 2020. Petir ini melintasi perbatasan Uruguay-Argentina, dan berlangsung selama 17 detik, lebih lama dari kilatan lain yang pernah terdeteksi.

"Kita sekarang memiliki bukti yang jelas bahwa satu peristiwa kilat dapat berlangsung selama 17 detik," kata Randall Cerveny dari Arizona State University, dikutip dari New Scientist, Kamis (3/2/2022).

"Ini penting bagi para ilmuwan, karena meningkatkan pemahaman kita tentang dinamika petir: bagaimana, di mana, dan yang terpenting, mengapa petir terjadi seperti itu," sambungnya.

Kilatan terlihat di hotspot badai petir, di Great Plains Amerika Utara dan cekungan Río de la Plata di Amerika Selatan. Geografi daerah membuat kedua wilayah tersebut rentan terhadap sistem konveksi yang relatif besar, yang dapat menyebabkan badai petir individu bergabung menjadi sistem cuaca besar yang memicu sambaran petir yang ekstrem.

Kilatan yang membentang di selatan AS akan sulit diukur dengan peralatan berbasis darat konvensional, sehingga ahli meteorologi beralih ke peta petir pada satelit geostasioner, yang memiliki bidang pandang yang jauh lebih luas.

"Kami telah memiliki peralatan pendeteksi dan pemetaan petir jenis ini di orbit selama beberapa tahun, dan kami belajar lebih banyak tentang kilatan besar," kata Cerveny.

Meskipun kilatan keduanya terdeteksi pada tahun 2020, baru sekarang WMO mengesahkan peristiwa tersebut sebagai petir dengan jarak terjauh dan durasi terpanjang dalam catatan.

Menurut Graeme Marlton di Met Office, Inggris, ada proses panjang dari pengecekan ulang instrumen, pengamatan dan verifikasi cross-check dari panel ahli sebelum peristiwa tersebut dapat dicatat sebagai sambaran petir rekor dunia.

Kedua kilatan yang terjadi pada tahun 2020 ini kemungkinan menunjukkan bahwa kilat menjadi lebih ekstrem, tetapi bisa jadi juga karena kemampuan pencitraan yang makin canggih sehingga memungkinkan kedua rekor tersebut pecah.

"Hanya setelah beberapa tahun peristiwa ekstrem ini dicatat, kami dapat menilai apakah mereka menjadi lebih umum," kata Marlton. Namun, perubahan iklim tampaknya turut meningkatkan frekuensi petir di seluruh Bumi.

Sambaran petir yang diukur ini tidak membuat kontak dengan tanah. Meski demikian, panjang dan durasinya masih merupakan pengingat penting tentang seberapa jauh petir dapat menyambar dari wilayah induknya.

"Setiap kali Anda mendengar guntur, Anda harus menemukan tempat yang aman dari petir, seperti gedung besar atau kendaraan berlapis logam yang tertutup penuh," sarannya.



Simak Video "NASA Sebut Jupiter Bisa Jadi Bintang Jika Ukurannya 80 Kali Lebih Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)