Efek Vaksin Booster Moderna hingga Pfizer

ADVERTISEMENT

Efek Vaksin Booster Moderna hingga Pfizer

Tim - detikInet
Jumat, 21 Jan 2022 08:15 WIB
Australia dan Moderna Sepakat Akan Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Setiap Tahun
Efek Vaksin Booster Moderna hingga Pfizer. Foto: DW (News)
Jakarta -

Ketahui efek vaksin booster Moderna hingga Pfizer. Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) kepada lima merek vaksin sebagai dosis booster atau lanjutan di Indonesia.

Untuk diketahui, kelima vaksin untuk booster COVID-19 tersebut adalah:

  • Moderna
  • CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma
  • Vaxzevria dan Kconecavac dari AstraZeneca
  • Zifivax
  • Comirnaty dari Pfizer.

Efek samping vaksin booster menjadi perhatian tersendiri, mengingat sebagian orang merasakan reaksi beragam setelah menerima vaksin baik dosis pertama maupun kedua.

Berikut ini efek samping Moderna hingga Pfizer, dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Kamis (20/1/2022):

Efek vaksin booster Moderna

Vaksin Moderna merupakan vaksin mRNA atau vaksin yang dibuat dari spike protein yang ada di permukaan virus corona. Suntikan Moderna akan langsung bekerja untuk mengenali spike protein virus.

Dikutip dari CNN Indonesia, Ines Atmosukarto, doktor dan ahli molekuler dan biologi seluler dari Universitas Adelaide Australia, menyebut efek sampingnya tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin merek lain.

"Ya rasa tidak enak, panas, ngilu, meriang itu karena sistem imun kita terstimulasi. KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tersebut sifatnya sementara. Setelah 24-48 jam biasanya hilang. Memang ada laporan myocarditis (inflamasi jantung) pada orang muda, umumnya laki-laki," kata Ines beberapa waktu lalu.

"Namun ini juga sementara. Setelah beberapa hari hilang. Jangan lupa penyakit COVID-19 malah menyebabkan myocarditis yang lebih lama," ujarnya.

Sementara itu dalam laporannya, FDA menyebut efek vaksin Moderna saat uji klinis termasuk:

  • Rasa sakit, bengkak, kemerahan pada area suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Ruam merah.

Efek vaksin booster CoronaVac

Vaksin CoronaVac/Sinovac memperoleh izin penggunaan darurat pada Januari 2021 silam. Untuk efek sampingnya, BPOM menyebut Sinovac bersifat ringan-sedang. Beberapa efek samping vaksin booster Sinovac antara lain:

  • Reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan
  • Kemerahan
  • Umumnya tingkat keparahan grade 1-2.

Efek vaksin booster AstraZeneca

Data keamanan dari vaksin AstraZeneca dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping atau KIPI dilaporkan bersifat ringan dan sedang (ringan 55%, sedang 37%).

Efek vaksin AstraZeneca antara lain:

  • Nyeri di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Myalgia
  • Malaise
  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Mual
  • Artralgia (nyeri atau kaki pada sendi).

Efek vaksin booster Zifivax

Vaksin Zifivax dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, kemudian dikembangkan di Indonesia bekerjasama dengan PT JBio.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyebut tidak ada efek samping berat dari vaksin Zifivax. Efek samping berupa efek samping sistemik paling sering dilaporkan yakni, sakit kepala, kelelahan, dan demam.

Efek vaksin booster Pfizer (Comirnaty)

Efek samping yang dirasakan penerima vaksin booster Pfizer tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin lain. Beberapa efek samping vaksin Pfizer antara lain:

  • Nyeri ditempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam.

Saksikan juga: Kisah Mantan Sekuriti Sukses Jadi Selebriti, Gegara Curhat di Tiktok

[Gambas:Video 20detik]




(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT