Fenomena Alam Banjir Lahar Dingin Serta Dampaknya

Fenomena Alam Banjir Lahar Dingin Serta Dampaknya

Josina - detikInet
Kamis, 13 Jan 2022 14:15 WIB
Warga melihat material lahar hujan Gunung Semeru mengalir di Kali Regoyo, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Lahar hujan erupsi Gunung Semeru terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan lereng gunung, membawa material pasir, kerikil dan batu yang masih mengancam warga di sepanjang aliran sungai. 
ANTARA FOTO/Seno/wsj
Foto: ANTARA FOTO/Seno
Jakarta -

Pasca letusan Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 menimbulkan banyak fenomena yang terjadi salah satunya banjir lahar dingin.

Belum lama ini diberitakan terjadi kembali banjir lahar dingin di wilayah Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Selasa (11/1).

Dalam sebuah video amatiran terlihat bagaimana aliran sangat deras dari banjir lahar dingin yang membawa material batu, pasir hingga batang pohon akibatnya sebuah truk milik penambang pasir terseret bahkan nyaris tergulung.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya para penambang pasir ini sudah diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Semeru karena masih berbahaya.

Lantas apakah itu banjir lahar dingin dan apa dampaknya? Lahar dingin juga dikenal sebagai aliran lava yang merupakan campuran lumpur dan air yang dingin terdiri dari abu vulkanik, bebatuan besar, dan puing-puing lainnya.

Memiliki sifat dingin karena lahar ini bercampur dengan air atau lumpur sehingga menghilangkan sifat lava yang panas sebagaimana dijelaskan dari ilmugeografi.

Air dingin yang tercampur dengan lava akan membuat sifat lava yang panas menjadi dingin. Akibat tercampur dengan air dingin, maka lahar dingin akan berwarna abu-abu dan bertekstur agak kental.

Selain itu, lahar dingin juga mengalir melalui saluran yang telah disiapkan. Biasanya saat meletus, lava sengaja dialirkan pada sungai sehingga akan menjadi lahar dingin.

Namun, pada saat kuantitas lahar dingin tidak mampu ditampung oleh aliran sungai, maka lahar dingin akan meluap, dan menuju ke daerah di sekitarnya. Biasanya yang menjadi tempat meluapnya lahar dingin adalah pemukiman penduduk yang ada di sekitar bantaran sungai.

Kecepatan lahar dingin ini pun sangat tinggi hingga mencapai sekitar 100 km/jam, dengan kecepatannya itu ia bisa melibas atau mengubur apapun yang berada di jalurnya.

Hal ini karena adanya bongkahan batu besar sehingga dapat merusak apa saja yang dilewatinya dalam waktu cepat. Kerugian yang ditimbulkan banjir lahar dingin ini pun jauh lebih besar jika dibandingkan dengan banjir air biasa.

Mengutip dari beberapa sumber, berikut kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat banjir lahar dingin:

1. Rusaknya perumahan warga, ladang, sawah, peternakan hingga jembatan karena kecepatan aliran lahar yang sangat cepat yang juga membawa bongkahan batu besar maka dengan mudahnya bisa menghancurkan.

2. Rumah dan bangunan lainnya terendam lumpur karena volume air yang begitu banyak bagaikan air bah yang menerjang.

3. Insfrastruktur bahkan telekomunikasi juga bisa rusak karena kerasnya terjangan arus lahar dingin yang sangat besar dan kuat.

4. Perekonomian pun terhenti, jalanan terputus, warga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.



Simak Video "Detik-detik Banjir Lahar Gunung Semeru di Sungai Besuk Lanang"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)