Ilmuwan Berambisi Cari Rahasia Hidup Panjang Umur

Ilmuwan Berambisi Cari Rahasia Hidup Panjang Umur

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 11 Jan 2022 05:45 WIB
10 Rahasia Pola Makan Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Ilmuwan menciptakan Human Longevity Laboratory atau laboratorium umur panjang manusia, untuk mengetahui berapa usia kalian sebenarnya, secara fisiologis.

Jika usia fisiologisnya ternyata kurang optimal, dokter akan menentukan alasannya dan memeriksa serangkaian sistem tubuh serta kesehatan neurologis dan ortopedi. Kemudian, kita akan diberi resep intervensi untuk mencegah penurunan lebih lanjut atau memulihkan vitalitas.

Kedengarannya seperti fiksi ilmiah, tetapi ini sebenarnya adalah misi dari Potocsnak Longevity Institute yang baru diluncurkan pekan ini, di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat.

Human Longevity Laboratory hanyalah salah satu bagian dari lembaga multi-pusat yang ambisius, yang tujuannya adalah untuk mendorong penemuan-penemuan baru dan membangun penelitian berkelanjutan Northwestern dalam ilmu anti penuaan yang berkembang pesat.

"Proses biologis yang mendorong penuaan mungkin melunak. Kami pikir kami dapat memperlambat proses itu, menundanya, bahkan secara teoritis membalikkannya. Tirai ditarik kembali pada apa yang mendorong penuaan. Kami ingin berkontribusi pada proses penemuan yang lebih besar itu," kata Douglas Vaughan, MD, direktur institut baru tersebut sekaligus ketua kedokteran di Northwestern.

Tujuan dari institut tersebut adalah untuk memperluas apa yang disebut Vaughan sebagai 'rentang kesehatan' manusia. Para ilmuwan dan dokter akan membahas periode kehidupan ketika orang berada pada risiko terbesar untuk komorbiditas terkait penuaan seperti radang sendi, demensia, penyakit jantung, diabetes, kanker terkait penuaan dan hipertensi.

"Kami ingin memungkinkan hidup sehat untuk jangka waktu yang lebih lama, tidak hanya hidup lebih lama. Penuaan adalah faktor risiko terpenting untuk setiap penyakit yang kita rawat dalam pengobatan orang dewasa. Jika kita dapat mendorong proses itu kembali, kita dapat mendorong kembali timbulnya penyakit," kata Vaughan, yang juga Profesor Kedokteran Irving S Cutter.

Lembaga baru ini dibangun di atas kerja puluhan tahun Vaughan dan ilmuwan di seluruh Northwestern, yang menyatukan program untuk mempelajari populasi yang tampaknya tahan terhadap beberapa konsekuensi negatif penuaan.

Proyek lain akan terus mencari pengungkit biologis yang mendorong penuaan dan menyelidiki pendekatan, termasuk obat baru, untuk meminimalkan dampak penuaan dan memperpanjang umur sehat orang dewasa yang lebih tua.



Simak Video "Remaja Asal Mesir Punya Ide Brilian Ciptakan 'Metaverse'"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)