Semua Hal Tentang Vaksin Buat Anak di Bawah 12 Tahun

Semua Hal Tentang Vaksin Buat Anak di Bawah 12 Tahun

Tim - detikInet
Selasa, 11 Jan 2022 11:49 WIB
Prajurit Korps Wanita TNI AL memberikan vaksin Sinovac dosis pertama kepada anak-anak di kawasan Madrasah Al Wathoniyah 43, Rorotan, Jakarta Utara, Senin (3/12). Kegiatan tersebut merupakan gerakan serbuan vaksin TNI AL.
Semua Hal Tentang Vaksin Buat Anak di Bawah 12 Tahun. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 untuk anak di bawah 12 tahun sudah dimulai Selasa 14 Desember 2021. Para orang tua pun mulai menyiapkan putra putri mereka untuk divaksin.

Berikut ini fakta vaksin buat anak di bawah 12 tahun, seperti dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, Selasa (11/1/2022).

Instruksi Presiden

Pelaksanaan vaksinasi untuk anak sesuai dengan Instruksi Presiden untuk segera melaksanakan vaksinasi pada anak usia 6 sampai 11 tahun. Selain itu, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga telah mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak di rentang usia ini.

Menggunakan vaksin Sinovac

Vaksin yang digunakan untuk sementara ini adalah jenis Sinovac dan sudah punya Emergency Use Authorization (EUA). Sinovac mulai tahun ini, menurut Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu, hanya akan digunakan untuk dosis anak.

Ini menjadi catatan khusus, sehingga untuk vaksin non Sinovac akan diprioritaskan untuk sasaran selain anak usia 6 sampai 11 tahun.

Penyuntikan vaksin

Penyuntikan vaksin dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari. Sebelum pelaksanaan vaksinasi, harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi.

Tempat vaksinasi

Tempat pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi, sentra vaksinasi, termasuk pos pelayanan vaksinasi di sekolah atau satuan pendidikan lainnya, atau lembaga kesejahteraan sosial anak seperti panti asuhan.

Yang belum bisa divaksin

Berdasarkan rekomendasi IDAI, berikut beberapa kondisi yang belum bisa diberikan vaksin COVID-19, dan rekomendasi ini juga berlaku untuk anak-anak:

  • Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol
  • Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
  • Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
  • Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat
  • Demam 37,50 C atau lebih
  • Sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan
  • Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan
  • Hamil
  • Hipertensi tidak terkendali
  • Diabetes melitus tidak terkendali
  • Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital tidak terkendali

Efek samping

Efek samping vaksin Sinovac pada anak-anak sama dengan efek samping pada orang tua:

Efek Samping Lokal

  • Sakit pada area penyuntikan
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Efek Samping Sistemik

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Panas
  • Mual.


Simak Video "Vaksin Anak dan Ancaman Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)