8 Fakta Mencengangkan Tentang Tahun Baru

8 Fakta Mencengangkan Tentang Tahun Baru

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 01 Jan 2022 07:00 WIB
Photo of young couple on New Years Eve
Foto: iStock
Jakarta -

Pergantian tahun dirayakan orang-orang di seluruh dunia. Tapi tidak banyak yang tahu sejarah dan fakta-fakta menarik tentang Tahun Baru.

Berdasarkan kalender Masehi Gregorian, tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari. Berikut ini beberapa fakta ilmiah Tahun Baru yang menarik kalian ketahui, dirangkum dari berbagai sumber.

Sudah ada sejak 4.000 tahun lalu

Perayaan Tahun Baru tertua yang tercatat dalam sejarah adalah perayaan Tahun Baru di Babilonia pada 4.000 tahun yang lalu.

Awal perayaan bukan 1 Januari

Awalnya, perayaan Tahun Baru justru dilakukan pada akhir Maret sekaligus untuk merayakan festival keagamaan besar-besaran yang bernama Akitu. Perayaan ini dilakukan oleh masyarakat Babilonia selama 11 hari penuh.

Kaisar Roma yang pertama jadikan 1 Januari hari libur

Julius Caesar, Kaisar Roma menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam tahun yang baru. Dia juga orang pertama yang menyatakan 1 Januari sebagai hari libur. Januari diambil dari Janus, nama dewa pintu dan gerbang Romawi. Janus memiliki dua wajah, satu melihat ke depan dan satu lagi melihat ke belakang. Caesar merasa bahwa Januari cocok diambil dari nama dewa ini.

Ada tradisi makan sayuran di Tahun Baru

Tradisi ini menyebutkan, semakin banyak sayuran berdaun hijau yang dimakan seseorang, semakin banyak kemakmuran yang akan dia alami, sebagai efek orang itu makin sehat. Kacang-kacangan dianggap membawa kemakmuran terlihat seperti koin.

Kebiasaan minum sampanye

Di negara-negara barat, banyak orang merayakan Tahun Baru dengan membuka sebotol sampanye. Orang AS misalnya, minum hampir 360 juta gelas anggur selama perayaan Tahun Baru.

Penanggalan Julius Caesar tak berlaku

Penanggalan Julius Caesar akhirnya tidak berlaku dan pencatatan waktu yang baru didasarkan pada kalender Gregorian yang digagas oleh Dr. Aloysius Lilius dengan persetujuan resmi dari Paus Gregorius XIII. Kalender inilah yang dipakai oleh dunia hingga saat ini.

Patokan dan penamaan waktu dalam penanggalan Gregorian didasarkan pada kelahiran Yesus Kristus. Penamaan tersebut adalah: Masehi (AD/Anno Domini) dan Sebelum Masehi (BC/Before Christ).

Penamaan yang lebih netral

Di era yang lebih modern, kalangan Ilmuwan Protestan Eropa mengusulkan penamaan baru yang lebih netral, yakni CE (Common Era/Masehi) dan B.C.E (Before Common Era/Sebelum Masehi).

Tahun Baru lainnya

Selain tahun baru Masehi Gregorian, di dunia ini ada banyak perayaan Tahun Baru dan penanggalan yang juga digunakan secara resmi oleh beberapa kalangan. Bahkan, semuanya memiliki penghitungan waktunya masing-masing. Misalnya, kita juga mengenal Tahun Baru Hijriah yang diperingati umat muslim, Imlek yang dirayakan keturunan China, Tahun Baru Saka umat Hindu, dan banyak lagi.



Simak Video "Kembang Api di Langit Sydney Semarakkan Tahun Baru 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)