Blak-blakan Pencipta Mesin Bunuh Diri Instan yang Kontroversial

Blak-blakan Pencipta Mesin Bunuh Diri Instan yang Kontroversial

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 23 Des 2021 18:38 WIB
Amsterdam -

Kontroversial jelas menjadi kata yang tepat untuk perangkat ini lantaran gunanya adalah untuk bunuh diri secara instan. Pencipta mesin bunuh diri bernama Sarco Suicide Pods ini pun angkat bicara mengenai temuannya yang menghebohkan itu.

Mesin Sarco dikembangkan organisasi non profit Exit International yang mengkampanyekan bunuh diri legal. Pendirinya, Dr Philip Nitschke yang dikenal dengan julukan Dr Death menyebut mesin ini portabel dan bisa diletakkan di mana saja sesuai keinginan penggunanya menjemput ajal.

Saat dioperasikan, level oksigen di bagian dalam kapsul akan turun sampai di bawah titik kritis. Proses bunuh diri membutuhkan waktu kurang dari semenit dan kematian terjadi karena hypoxia agar pengguna mati dengan relatif damai dan tidak mengalami kesakitan.

Mesin ini praktis karena dapat diciptakan cukup dengan printer 3 Dimensi. Kemudian, pengguna dapat meletakkanya di mana saja sesuai keinginan dalam menjemput ajal.

Lembaga medis di Swiss telah memberi lampu hijau terhadap mesin bunuh diri ini. Di negara itu, bunuh diri dengan bantuan adalah legal sejak tahun 1942. Tapi Dr Philip yang berasal dari Australia ingin mesinnya itu bisa mendunia.

"Ada banyak yang tertarik. Kami bicara pada banyak orang yang ingin mengakhiri hidupnya. Ada sebagian yang, jika mereka punya pilihan, akan memilih sesuatu seperti ini," katanya seperti dikutip detikINET dari Independent, Kamis (23/12/2021).

"Kami ingin sebuah sistem di mana orang bisa mengakhiri hidup dengan bantuan teknis seminimalnya. Anda membawa mereka ke lingkungan noil oksigen dan mereka akan mati dengan damai," tambah sosok yang sekarang tinggal di Amsterdam ini.

"Umumnya hal itu dilakukan dengan bantuan kantong plastik. Tapi orang tidak suka dengan ide itu dan pasti mereka juga tidak suka dengan wujudnya," lanjut Dr Death.

Maka dibuatlah mesin Sarco itu yang didesain futuristik dan dapat dioperasikan dari dalam. Namun tidak sembarang orang bisa melakukannya karena harus melalui beberapa tahapan. Kode untuk mengoperasikan pun unik dan akan diberikan oleh Exit International.

Saat ini mesin itu baru dalam bentuk prototipe dan meskipun sudah ada lampu hijau, masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat digunakan warga.

Tentu ada kritik yang berdatangan menentang mesin bunuh diri kontroversial tersebut. Misalnya bentuknya yang futuristik dinilai sebagai glorifikasi bunuh diri. Kecaman juga datang dari lembaga keagamaan yang menganggap aksi Dr Philip sangat tidak pantas dilakukan.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(fyk/fay)