Kontroversial! Mesin Bunuh Diri Instan Segera Diluncurkan

ADVERTISEMENT

Kontroversial! Mesin Bunuh Diri Instan Segera Diluncurkan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 07 Des 2021 12:42 WIB
Swiss -

Sebuah kapsul berbentuk peti mati tapi dalam wujud futuristik telah disetujui peluncurannya di negara Swiss. Kapsul ini sebenarnya adalah mesin untuk membantu penggunanya bunuh diri secara instan dan 'nyaman'.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, Selasa (7/12/2021) mesin kontroversial bernama Sarco Suicide Pods ini dapat dioperasikan oleh pengguna yang berada di dalam. Selain dengan sentuhan jari, juga dengan kedipan mata.

Lembaga medis di Swiss telah memberi lampu hijau terhadap mesin ini. Di negara itu, bunuh diri dengan bantuan adalah legal sejak tahun 1942. Tahun 2020 saja, sekitar 1.300 orang memutuskan bunuh diri.

Mesin Sarco dikembangkan organisasi non profit Exit International yang mengkampanyekan bunuh diri legal. Pendirinya, Dr Philip Nitschke yang dikenal dengan julukan Dr Death menyebut mesin ini portabel dan bisa diletakkan di mana saja sesuai keinginan penggunanya menjemput ajal.

Saat dioperasikan, level oksigen di bagian dalam kapsul akan turun sampai di bawah titik kritis. Proses bunuh diri membutuhkan waktu kurang dari semenit dan kematian terjadi karena hypoxia agar pengguna mati dengan relatif damai dan tidak mengalami kesakitan.

"Mesin ini bisa diletakkan di mana saja untuk mati. Bisa di luar ruangan dengan setting yang indah," kata Dr Philip.

Kapsul bagian atas kemudian bisa dilepaskan dari mesinnya untuk menguburkan orang yang bunuh diri tersebut. Saat ini masih prototipe, diharapkan mesin itu bisa digunakan di Swiss pada tahun depan.

Tidak sembarang orang bisa memakai mesin ini. Mereka harus lolos berbagai macam pertanyaan sebagai bukti bahwa mereka ingin mengakhiri hidup karena keinginan sendiri.

Tentu ada kritik yang berdatangan menentang mesin kontroversial tersebut. Misalnya bentuknya yang futuristik dinilai sebagai glorifikasi bunuh diri. Kecaman juga datang dari lembaga keagamaan yang menganggap aksi Dr Philip tidak pantas dilakukan.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT