Berharap Emas, Batu yang Disimpan Lama Ini Ternyata Jauh Lebih Berharga

Berharap Emas, Batu yang Disimpan Lama Ini Ternyata Jauh Lebih Berharga

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 04 Des 2021 14:04 WIB
(Museums Victoria)
Berharap Emas, Batu yang Disimpan Lama Ini Tahunya Meteorit. Foto: Dok. Museums Victoria via Live Science
Jakarta -

Tidak disangka, penantian yang diharapkan seorang pria pada batu besar raksasa ini berujung manis. Bermula pada tahun 2015, David Hole kala itu sedang mencari prospek di Maryborough Regional Park dekat Melbourne, Australia.

Berbekal detektor logam, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa. Ada batu kemerahan yang sangat berat yang terletak di tanah liat berwarna kuning.

Dia membawanya pulang dan mencoba segala cara untuk membukanya karena ia yakin bahwa ada bongkahan emas di dalam batu itu. Terlebih, Maryborough berada di wilayah Goldfields yang terkenal pada abad ke-19.

Untuk membongkar temuannya, Hole mencoba gergaji batu, penggiling sudut, bor, bahkan menyiramnya dengan asam. Namun, bahkan palu godam pun tidak bisa membuat celah pada batu itu.

Mengapa sulit sekali? Itu karena apa yang dia coba buka dengan keras bukanlah bongkahan emas. Bertahun-tahun kemudian ia baru mengetahui apa benda tersebut. Ternyata, itu meteorit yang langka.

"Itu (meteorit ini -- red) memiliki tampilan yang terpahat dan berlesung, terbentuk ketika mereka melewati atmosfer, mereka meleleh di luar, dan atmosfer memahat mereka," kata ahli geologi museum Melbourne Dermot Henry kepada The Sydney Morning Herald.

Jadi, ketika menemukan batu seperti itu, bisa jadi itu bukanlah batu biasa. Kemungkinan, batu tersebut tidak berasal dari planet kita.

"Jika Anda melihat batu di Bumi seperti ini, dan Anda mengambilnya, seharusnya benda ini tidak seberat seperti yang terlihat," kata ahli geologi Museum Melbourne lainnya, Bill Birch, kepada The Sydney Morning Herald pada 2019.

Para peneliti akhirnya menerbitkan sebuah makalah ilmiah yang menggambarkan meteorit berusia 4,6 miliar tahun tersebut yang mereka sebut Maryborough.

Batu ini sangat besar dengan berat 17 kg, dan setelah menggunakan gergaji berlian untuk memotong irisan kecil, mereka menemukan komposisinya memiliki persentase besi yang tinggi. Setelah terbuka, peneliti juga dapat melihat tetesan kristal kecil dari mineral logam di seluruh bagiannya, yang disebut chondrules.

Meskipun para peneliti belum tahu dari mana meteorit itu berasal dan berapa lama ia berada di Bumi, mereka memiliki beberapa dugaan, sebagaimana melansir Science Alert.

Tata Surya kita dulunya adalah tumpukan debu dan batu kondrit yang berputar. Akhirnya gravitasi menarik banyak bahan-bahan ini membentuk planet, tetapi sebagian besar sisanya berakhir di sabuk asteroid besar.

"Meteorit khusus ini kemungkinan besar keluar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, dan telah didorong keluar dari sana oleh beberapa asteroid yang menabrak satu sama lain, lalu suatu hari ia menabrak Bumi," kata Henry kepada Channel 10 News.

Penanggalan karbon menunjukkan meteorit itu telah ada di Bumi antara 100 dan 1.000 tahun. Para peneliti berpendapat bahwa meteorit Maryborough jauh lebih langka daripada emas, sehingga jauh lebih berharga secara sains.

Ini adalah salah satu dari 17 meteorit yang pernah tercatat di negara bagian Victoria, Australia, dan merupakan massa kondritik terbesar kedua, setelah spesimen besar seberat 55 kg yang diidentifikasi pada tahun 2003. Studi ini diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society of Victoria.



Simak Video "Teror Pelemparan Batu di Tasik, Tiga Santri Jadi Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)