Transisi Singkat Perubahan Iklim 24 Ribu Terakhir, Mind Blowing!

Transisi Singkat Perubahan Iklim 24 Ribu Terakhir, Mind Blowing!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 18 Nov 2021 09:45 WIB
KANGERLUSSUAQ, GREENLAND - SEPTEMBER 09:  A tourist photographs near meltwater running past the retreating Russell Glacier on September 09, 2021 near Kangerlussuaq, Greenland. 2021 will mark one of the biggest ice melt years for Greenland in recorded history. Researchers from Denmark estimated that in July of this year enough ice melted on the Greenland Ice Sheet to cover the entire state of Florida with two inches of water. According to NASA, 5 trillion tons of ice have melted in Greenland over approximately the past 15 years, enough to increase global sea level by nearly an inch. The observations come on the heels of the recent United Nations report on global warming which stated that accelerating climate change is driving an increase in extreme weather events. (Photo by Mario Tama/Getty Images)
Peta iklim global untuk 24.000 tahun terakhir baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature. Peta ini memungkinkan kita untuk melihat perubahan tersebut. Foto: Getty Images/Mario Tama
Jakarta -

Peta iklim global untuk 24.000 tahun terakhir baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature. Peta ini memungkinkan kita untuk melihat perubahan iklim selama periode waktu tersebut untuk seluruh wilayah di dunia.

"Ini adalah pertama kalinya Anda benar-benar dapat melalui dan mendapatkan pandangan yang sangat personal tentang evolusi iklim di tempat yang berarti bagi Anda," kata Matthew Osman, ahli iklim di University of Arizona, dan penulis utama studi tersebut.

"Saya harap apa yang dilakukan ini membantu menanamkan rasa betapa parahnya perubahan iklim saat ini," ucapnya sebagaimana melansir Pop Science.

Courtesy Matthew OsmanGambaran perubahan iklim yang ekstrem selama 24 ribu tahun terakhir. Foto: Matthew Osman

Peta ini dibuat dengan membandingkan inti sedimen, yang berisi catatan suhu selama ribuan tahun, dengan model iklim historis.

"Ini (temuan) mewakili penilaian ulang mendasar dari pemahaman kita tentang perubahan iklim selama 20.000 tahun terakhir," tulis Zeke Hausfather, seorang ilmuwan iklim di Breakthrough Institute, di Twitter.

"Sekarang tampaknya jauh lebih jelas pemanasan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya, setidaknya sebelum zaman es terakhir," sambungnya.

Gambaran ini seharusnya sudah cukup membuat kita berpikir ulang tentang sejauh mana kerusakan yang parah melanda tempat kita tinggal. Bagaimana jika Bumi sampai pada titik suhu yang tidak dapat dihuni pada waktu yang semakin dekat? Tentu diperlukan langkah serius untuk menangani masalah tersebut. Bukan hanya dari para ahli dan pemerintah, semua bisa dimulai dari langkah kecil yang kita bisa lakukan untuk menjaga Bumi.



Simak Video "Sapi Ternyata Bisa Mempengaruhi Perubahan Iklim, Ini Penjelasannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)