Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Banjir Bandang Kota Batu

ADVERTISEMENT

Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Banjir Bandang Kota Batu

Tim - detikInet
Sabtu, 06 Nov 2021 16:01 WIB
Foto udara Tim SAR gabungan bersama relawan dan warga membersihkan endapan lumpur saat pencarian korban akibat banjir bandang di Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11/2021). Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kota Batu hingga hari kedua pencarian korban banjir bandang, tim SAR berhasil menemukan enam jenazah korban dan tiga korban masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa banjir bandang di Kota Batu, Jawa Timur, terjadi karena cuaca ekstrem, khususnya curah hujan yang meningkat beberapa waktu terakhir.

"Bencana hidrometeorologi di wilayah Alor dan Kota Batu secara umum turut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan resminya, Sabtu (6/11).

Guswanto menjelaskan bahwa pihaknya memang telah memprediksi curah hujan akan semakin meningkat pada November. Prediksi ini sejalan dengan penguatan La Nina dan Monsun Asia yang disertai berbagai fenomena labilitas atmosfer. Fenomena ini bersifat lebih lokal dan dalam durasi yang lebih singkat.

"Hal tersebut berpotensi makin meningkatnya risiko terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang," kata Guswanto.

Menurut Guswanto, curah hujan di Kota Batu, pada 4 November lalu masuk dalam kategori sangat lebat dengan intensitas mencapai 80,3 mm. Curah hujan ini terjadi selama dua jam.

"Analisis citra satelit dan radar cuaca menunjukkan ada pertumbuhan awan hujan dengan jenis Cumulonimbus (Cb) yang cukup intens dengan sebaran hujan potensi lebat hingga sangat lebat di wilayah Kota Batu-Malang," ucap Guswanto.

Menurut Guswanto, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Jawa Timur telah memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem ini.

Potensi curah hujan di Jawa Timur telah diprediksi sejak dua hari sebelumnya yang kemudian diperkuat dengan informasi peringatan dini sejak 1 jam- jam sebelum kejadian.

"Koordinasi dan diseminasi kepada pihak stakeholder terkait kebencanaan juga telah dilakukan oleh BMKG setempat," kata Guswanto.

Guswanto menjelaskan bahwa kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan intensitas.

Peningkatan ini secara umum dipicu oleh dinamika atmosfer skala global La Nina yang menyebabkan kondisi atmosfer di wilayah Indonesia relatif menjadi lebih basah.

Keadaan tersebut diperkuat dengan aktivitas fenomena gelombang atmosfer, yaitu MJO (Madden Jullian Oscillation), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, yang saat ini aktif di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.

"Selain itu, kondisi dinamika atmosfer skala lokal yang tidak stabil dengan potensi konvektifitas yang cukup tinggi turut berkontribusi signifikan pada pembentukan awan hujan yang menjadi faktor pemicu cuaca ekstrem," tutur Guswanto.

Secara keseluruhan, banjir bandang melanda dua wilayah di Jawa Timur beberapa hari belakangan. Selain faktor cuaca, banjir bandang juga dipicu luapan sungai Susuh, Kabupaten Malang, dan Sungai Brantas di Kota Batu.


* Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia "BMKG: Banjir Bandang Kota Batu Akibat Cuaca Ekstrem"

Simak video 'Bertambah! Korban Tewas Banjir Bandang di Kota Batu Jadi 7 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT