6 Alasan Orang Percaya Perubahan Iklim Itu Hoax, Padahal Nyata

6 Alasan Orang Percaya Perubahan Iklim Itu Hoax, Padahal Nyata

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 22 Okt 2021 22:36 WIB
ILULISSAT, GREENLAND - JULY 30: An iceberg floats in Disko Bay behind houses during unseasonably warm weather on July 30, 2019 in Ilulissat, Greenland. The Sahara heat wave that recently sent temperatures to record levels in parts of Europe is arriving in Greenland. Climate change is having a profound effect in Greenland, where over the last several decades summers have become longer and the rate that glaciers and the Greenland ice cap are retreating has accelerated.   (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
6 Alasan Orang yang Percaya Perubahan Iklim adalah Hoax (Foto: Getty Images/Sean Gallup)
Jakarta -

Perubahan iklim adalah hal yang nyata, tapi faktanya masih ada sebagian orang yang percaya bahwa climate change hoax. Ada banyak alasannya, tapi setidaknya 6 alasan di bawah ini adalah yang paling banyak dipakai.

Melansir situs resmi University of Hull, Sabtu (23/10/2021) ini alasan mereka yang percaya bahwa perubahan iklim adalah hoax berikut bantahannya:

1. Perubahan iklim bagian dari siklus alami

Memang ada yang namanya siklus alami tapi tidak semuanya peristiwa bisa dijawab dengan alasan tersebut.

"Masalah lain dengan siklus alami adalah orang-orang melihat ukuran sampel yang terlalu kecil," kata Mike Rogerson, senior lecturer in Earth System Science at the University of Hull.

"Musim dingin yang dingin di AS tidak menyangkal perubahan iklim. Apakah Anda memeriksa seberapa panas di Asia pada waktu yang sama? Kita perlu melihat secara global dan lebih lama dari sekadar beberapa tahun terakhir," sambungnya.

Lihat saja rata-rata tahunan suhu permukaan tanah di seluruh dunia. Dari tahun 1910 hingga 2010 faktanya selalu meningkat.

2. Perubahan iklim biasa saja, kehidupan akan beradaptasi

Faktanya adalah bahwa laju perubahan iklim memberikan tekanan ekologis yang besar pada lingkungan kita. Serangga, mamalia kecil, dan ikan mereka semua tidak memiliki tempat untuk pergi.

"Bahkan manusia terjebak di daerah yang tidak dapat dihuni lagi. Anda saja akan mencoba menjual rumah Anda jika berada di dataran banjir yang diprediksi di masa depan. Jika Anda tidak bisa keluar dari hipotek Anda, Anda bakal terjebak di sana bersama pohon oak dan tupai," ujar Mike.

3. Kok masih sering hujan?

Jawaban yang satu ini sangat sederhana. Matahari memanaskan planet. Panas menguapkan air. Uap berkumpul sebagai awan. Hujan turun dari awan. Singkatnya: semakin panas, semakin basah.

Penelitian terbaru dari Universitas Hull tentang pola cuaca Libya selama 10.000 tahun terakhir telah membuktikan hal ini, dengan curah hujan meningkat bersamaan dengan kenaikan suhu rata-rata tahunan.

Halaman selanjutnya: perubahan iklim disangka konspirasi >>>