Bisakah Tuhan Dibuktikan dengan Sains?

Bisakah Tuhan Dibuktikan dengan Sains?

Tim - detikInet
Kamis, 09 Sep 2021 05:43 WIB
ilustrasi galaksi
Manusia memiliki batasan dalam memahami apa yang diketahui Tuhan. Foto: iStock
Jakarta -

Keberadaan Tuhan dan pembuktian keberadaan-Nya dengan ilmu sains selalu menjadi hal yang cukup menarik dan sering untuk dibahas. Salah satunya adalah pembahasan yang dilontarkan oleh Ethan Siegel ilmuwan astrofisika dan science communicator dalam tulisan di Forbes pada 20 Januari 2017.

Jawaban dari judul berita ini adalah BISA. Menurut Siegel, ada banyak hal yang bisa jadi adalah bukti keberadaan Tuhan. Salah satunya adalah rentetan 'kebetulan' yang terjadi pada kehidupan di Bumi:

  1. Kita berada pada jarak yang tepat dari Matahari sehingga suhunya kondusif untuk kehidupan.
  2. Bumi memiliki tekanan atmosfer yang tepat untuk air mencair di permukaan
  3. Kita memiliki bahan yang tepat dan keseimbangan yang akurat antara elemen berat dan molekul organik agar kehidupan bisa tercipta
  4. Kita memiliki jumlah air yang tepat sehingga dunia kita memiliki lautan dan benua
  5. Dan proses terbentuknya Bumi dimulai jauh lebih awal sebelum manusia hadir.

Jika kita melihat planet lain yang kita ketahui, perbedaannya sangat mencolok. Apakah semua hal di atas adalah kebetulan semata?

Mari kita bahas lebih dalam di bawah:

1. Secara ilmiah, kondisi apa yang kita butuhkan agar kehidupan bisa tercipta?

Soal jarak Bumi dan Matahari sangatlah pas. Bagaimana jika kita terlalu dekat dengan pusat galaksi? Bukankah tingkat supernova yang tinggi akan 'membakar' Bumi dan meniadakan kehidupan? Bagaimana jika kita tidak memiliki planet seperti Jupiter untuk membersihkan sabuk asteroid; bukankah banyaknya asteroid yang terbang ke arah Bumi dan akan menghapus kehidupan apa pun?

"Dan bagaimana dengan fakta bahwa kita ada di sini sekarang, ketika Alam Semesta masih relatif muda? Banyak bintang akan hidup selama triliunan tahun, tetapi kita 'hanya' punya sekitar satu atau dua miliar lagi sebelum Matahari kita cukup panas untuk mendidihkan lautan kita," kata Siegel.

Kini kita bicara soal asteroid. Bumi punya sahabat bernama Planet Jupiter yang entah sudah berapa kali menjadi tameng bagi asteroid berbahaya.

Tanpa planet mirip Jupiter, apakah asteroid akan membahayakan kehidupan Planet Bumi? Jawaban bisa jadi tidak, namun bisa jadi iya. Jadi bisa dibilang, kehadiran Planet Jupiter di posisi yang pas kemungkinan adalah penyelamat kehidupan di Bumi -- Tuhan sudah pasti berpikir sangat jauh dibandingkan nalar manusia.

Lalu terakhir, manusia hadir di waktu yang tepat pada saat kondisi Bumi layak huni. Sudah banyak ditemukan planet yang berpotensi layak huni di mana kehidupan mungkin berusia 7 hingga 9 miliar tahun. Bisa jadi, manusia di Bumi bukanlah peradaban pertama di alam semesta yang luas ini, atau justru memang hanya ada kita selama ini. Kondisi yang kita butuhkan agar kehidupan muncul, sejauh yang dapat kita ukur, tampaknya ada di seluruh galaksi, dan bahkan mungkin di seluruh alam semesta.

Halaman selanjutnya: kondisi tempat lain di alam semesta dibandingkan dengan Bumi.