Nyamuk Mematikan Pembawa Virus Zika Berkeliaran di Prancis

Nyamuk Mematikan Pembawa Virus Zika Berkeliaran di Prancis

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 06 Sep 2021 12:12 WIB
Nyamuk
Nyamuk Mematikan Pembawa Virus Zika Berkeliaran di Prancis. Foto: ShutterStock
Jakarta -

Nyamuk yang berpotensi mematikan karena dapat membawa penyakit seperti demam kuning dan virus Zika, terdeteksi di Prancis utara. Hal ini memicu kekhawatiran nyamuk tersebut akan menyebar ke wilayah lain.

Asian tiger mosquitoes atau nyamuk harimau Asia ini pertama kali terlihat di Prancis, di Kota Nice tenggara pada tahun 2004. Hama tersebut perlahan-lahan menyebar ke utara selama 17 tahun terakhir.

Dikutip dari Mirror, Senin (6/9/2021) Badan Kesehatan Regional Prancis menyebutkan, hewan ini berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 5 mm sudah termasuk sayap dan tubuhnya.

"Nyamuk ini memiliki garis-garis hitam dan putih (bukan kuning) pada tubuh dan kakinya, ia aktif dan menyengat di siang hari, dan sengatannya menyakitkan," rinci badan tersebut.

Setiap gigitan nyamuk dapat bertelur hingga 200 telur, sehingga Badan Kesehatan Regional Prancis merilis panduan agar masyarakat bisa menghindari gigitan nyamuk mematikan tersebut.

"Wadah apa pun yang berisi air hujan perlu dikosongkan, karena wadah ini menyediakan tempat berkembang biak yang sempurna bagi mereka untuk bertelur. Membersihkan area dari sampah juga dapat membantu mengurangi kemungkinan mereka berkembang biak," ujarnya.

Jika tidak dicegah, hama tersebut dapat membawa virus Zika dan demam kuning yang mematikan, serta demam berdarah, dan demam chikungunya.

Berita ini muncul di tengah pemberitaan mengenai sakit demam misterius telah menyebar ke lebih dari 30.000 orang di India. Wabah ini memicu kekhawatiran akan epidemi baru seperti COVID-19. Demam ini merenggut nyawa puluhan orang yang sebagian besar terdiri dari anak-anak.



Simak Video "WHO Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Marburg"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)