Keberadaan Tanaman Mudahkan Astronaut Bikin Obat di Luar Angkasa

Keberadaan Tanaman Mudahkan Astronaut Bikin Obat di Luar Angkasa

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 18 Agu 2021 07:43 WIB
Young woman planting flower.
Keberadaan Tanaman Mudahkan Astronaut Bikin Obat di Luar Angkasa. Foto: Getty Images/agrobacter
Jakarta -

Saat manusia menjelajah ke luar angkasa, keberadaan tanaman yang tumbuh dengan baik mungkin akan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan astronaut. Mereka bisa membuat obat alami di luar angkasa.

Selama ini, astronaut membawa obat-obatan saat melakukan misi luar angkasa. Contohnya, awak misi Apollo 11 yang mendarat di Bulan membawa antibiotik, obat penghilang rasa sakit, semprotan hidung, dan obat tidur di antara obat-obatan lainnya.

Dikutip dari Labiotech.eu, Stasiun Luar Angkasa Internasional juga menyiapkan persediaan obat-obatan dan peralatan medis untuk menghadapi keadaan darurat seperti operasi usus buntu misalnya.

Seiring dengan semakin sering manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa, para ahli menguatkan bahwa cara kita memproduksi obat-obatan tidak cocok untuk misi jarak jauh seperti ke luar angkasa.

"Stasiun Luar Angkasa Internasional "cukup dekat" sehingga Anda dapat mengirim barang sesuai kebutuhan dan Anda dapat mengevakuasi seseorang untuk keadaan darurat medis," kata Karen McDonald, profesor di University of California, Davis.

Penelitian yang dilakukannya termasuk mempelajari cara-cara alternatif untuk memproduksi obat-obatan yang dapat memasok kebutuhan misi prospektif ke Mars.

"Jarak adalah masalah dan tantangan utama menjelajah Mars. Obat-obatan akan kedaluwarsa untuk misi ke Mars. Mungkin ada beberapa situasi yang tidak diketahui yang muncul sehingga Anda perlu membuat tindakan cepat karena tidak dapat mengandalkan persediaan dari Bumi. Itu akan memakan waktu terlalu lama sebelum sampai di sana," ujarnya.

Tumbuhan sebagai pabrik obat

Banyak obat, seperti aspirin, diproduksi secara kimia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, obat biologis generasi baru mulai mendominasi pasar. Sebagian besar obat ini diproduksi dalam bioreaktor oleh sel ovarium hamster China, atau sel CHO.

"Jenis peralatan yang Anda butuhkan untuk menumbuhkan sel-sel ini sangat kompleks, karena mereka rapuh," kata Sancha Salgueiro, CEO perusahaan konsultan Chart Biotechnology.

Tanaman, sebaliknya, tidak membutuhkan peralatan rumit seperti itu. "Anda hanya perlu bisa menumbuhkan tanaman tersebut," kata Salgueiro seraya menambahkan bahwa menggunakan tanaman untuk membuat obat berarti mengirim astronaut dalam misi jarak jauh dengan sarana untuk membuat obat, bukan dengan obat itu sendiri.

"Jika kita khawatir mengenai penyakit kanker, misalnya, mungkin ada lima atau enam obat antibodi berbeda untuk kanker berbeda yang ingin kita miliki di sana, tetapi antibodi itu mungkin hanya memiliki masa simpan dua tahun," kata Julian Ma. Dia adalah seorang profesor di St. George's University of London yang telah mempelajari cara memproduksi obat pada tanaman selama beberapa dekade.

"Hal yang luar biasa tentang benih tanaman adalah mereka bertahan selamanya dengan sedikit degradasi. Di luar angkasa, Anda dapat membuka tabung benih, menumbuhkan tanaman, dan memanen antibodi yang Anda butuhkan," jelasnya.

Selain itu, menurutnya tanaman sudah menjadi kargo penting dalam misi luar angkasa. "Tanaman akan digunakan untuk makanan. Tumbuhan mengkonsumsi karbon dioksida, yang banyak terdapat di Mars, dan mereka menghasilkan oksigen yang kita butuhkan, dan air. Plus, dari pengalaman di Stasiun Luar Angkasa Internasional, memiliki tanaman juga memiliki manfaat psikologis bagi anggota kru," tutupnya.



Simak Video "Ada Cita-cita Menerbangkan Astronaut Indonesia ke Luar Angkasa, tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)