Ini Sebabnya Virus Corona Varian Delta Lebih Menular

Ini Sebabnya Virus Corona Varian Delta Lebih Menular

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 25 Jul 2021 19:07 WIB
Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan meski di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Hingga saat ini sudah lebih dari 42 juta warga Indonesia disuntik vaksin Corona.
Alasan Virus Corona Varian Delta Lebih Menular (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terjadi lonjakan kasus virus Corona yang mengkhawatirkan. Pakar kesehatan mengatakan, faktor utama dalam gelombang terbaru pandemi COVID-19 ini adalah varian Delta yang sangat menular.

Menurut badan kesehatan dunia WHO, varian ini menyebar sekitar 55% lebih cepat daripada varian Alfa yang pertama kali diidentifikasi di Inggris akhir tahun lalu. Varian ini menyebar sekitar 50% lebih cepat daripada versi yang pertama kali mulai menginfeksi orang di akhir tahun 2019.

Virus Corona varian Delta pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020. Strain ini dengan cepat menjadi varian yang dominan dan menjadi badai bagi sistem perawatan kesehatan negara tersebut.

"Ini adalah versi virus yang paling menular yang pernah kita lihat selama pandemi. Ini benar-benar sangat menular," kata Ashish Jha, dekan Brown University School of Public Health, seperti dikutip dari CNN, Minggu (25/7/2021).

Bagaimana virus menyebar begitu cepat

Sebuah studi menunjukkan varian Delta dapat mentransmisikan lebih cepat daripada varian lain karena membuat lebih banyak salinan dirinya di dalam tubuh kita pada tingkat yang lebih cepat.

Ketika para ilmuwan di China membandingkan puluhan kasus varian Delta dengan jenis yang berasal dari awal pandemi, mereka menemukan bahwa pasien COVID-19 dengan varian Delta memiliki viral load yang 1.260 kali lebih tinggi.

"Ada lebih banyak virus di sekitarnya, orang yang terinfeksi memiliki viral load yang tinggi, tetapi bahkan dalam waktu singkat, lima menit, tujuh menit, Anda bahkan tidak perlu berada dalam jarak 1 meter," kata Jha.

"Bagi orang yang tidak divaksinasi, waktu bisa terpapar jauh lebih cepat. Sedangkan orang yang divaksinasi, meski terkena, mereka jarang mengalami sakit parah," sambungnya.

Sementara itu, ahli bedah umum Dr Vivek Murthy menyebutkan, orang yang belum divaksinasi harus melakukan perlindungan ekstra agar terhindari dari paparan virus.

"Jika Anda tidak divaksinasi, Anda menghadapi risiko besar saat ini. Anda harus mengambil tindakan lebih waspada jika belum atau tidak divaksinasi," ujarnya.

Data menyebutkan, lebih dari 97% orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 saat ini tidak divaksinasi, dan 99,5% kematian termasuk di antaranya yang tidak divaksinasi.

"Membuat orang bisa divaksinasi secepat mungkin adalah cara tercepat dan paling efektif untuk keluar dari pandemi ini," tutupnya.



Simak Video "Jumlah Virus Varian Delta 1620 Kali Lebih Tinggi dari Varian Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)