Teknologi Canggih Olimpiade Tokyo: Sensor Baju Sampai Radar Ala Militer

Teknologi Canggih Olimpiade Tokyo: Sensor Baju Sampai Radar Ala Militer

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 25 Jul 2021 18:15 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 23: The Olympic rings outside of the stadium prior to the Opening Ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 23, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Berbagai Teknologi Canggih di Olimpiade Tokyo: Sensor di Baju sampai Radar ala Militer. Foto: Getty Images/Matthias Hangst
Jakarta -

Kalau kalian pernah bertanya-tanya seberapa cepat pelari 400 meter bergerak, Olimpiade Tokyo 2020 bisa memberikan jawabannya. Kecepatan pelari secara real-time bisa ditampilkan selama siaran berkat sensor canggih di baju atlet.

Sensor dan kecerdasan buatan akan secara instan mendigitalkan gerakan tubuh sehingga membantu atlet meningkatkan performa dan membuat keputusan yang tepat.

Produsen jam Swiss Omega telah ditugaskan untuk mengumpulkan data atlet selama Olimpiade. Sensor kecil dipasang di semua baju atlet. Fungsinya adalah mengumpulkan dan menganalisis sekitar 2.000 set data per detik, seperti kecepatan atau titik percepatan.

Dalam pertandingan bola voli pantai, kamera AI mengukur di mana bola telah dilempar dan seberapa tinggi pemain melompat. Teknologi analisis serupa diperkenalkan pula pada perlombaan balap sepeda, renang, dan senam.

"Teknologi kami dapat mengukur keseluruhan kinerja seorang pemain," kata Alain Zobrist, CEO Omega Timing, dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (25/7/2021). Data ini nantinya akan dibagikan kepada atlet dan pelatih, dan akan digunakan untuk mengembangkan program latihan mereka di masa depan.

Sementara itu, perusahaan teknologi olahraga asal Denmark bernama TrackMan, berkontribusi membangun teknologi radar canggih untuk kebutuhan Olimpiade Tokyo 2020.

Radar ini berstandar militer yang biasa digunakan untuk melacak rudal dan pesawat. Di pertandingan olahraga, perangkat TrackMan berfungsi menganalisis setiap lemparan atau pukulan.

Jepang menggunakan TrackMan dan banyak pemain di tim nasionalnya mengandalkan radar ini untuk latihan. "Banyak tim saat ini memiliki staf khusus untuk menganalisis data. Perangkat ini banyak digunakan di Major League Baseball, serta liga baseball di Korea Selatan dan Taiwan," kata Daisuke Hoshikawa, perwakilan TrackMan di Jepang.

Teknologi juga mengubah cara pertandingan berlangsung. Hawk-Eye Innovations, bagian dari Sony Group, menyediakan layanan Electronic Line Calling ke lebih dari 80 turnamen tenis di seluruh dunia.

Teknologi itu mampu memangkas gangguan panggilan jarak dekat dengan menggunakan kamera pelacak bola berakurasi tinggi untuk mengidentifikasi apakah sebuah bola masuk atau keluar.

Selain itu, alat digital lazim digunakan untuk mengelola kondisi atletik. Aplikasi manajemen kesehatan One Tap Sports buatan perusahaan bernama Euphoria yang berbasis di Tokyo, digunakan oleh lebih dari 45% atlet Jepang yang ambil bagian dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet tinggal mengetikkan kondisi kesehatan, cedera, makanan, dan pelatihan mereka setiap hari. Data ini dapat dilihat oleh pelatih dan ahli gizi, melalui grafik untuk dimonitor sehingga terus terpantau. Dari semua teknologi yang sudah disebutkan, mana yang paling kalian suka?



Simak Video "Sekelompok Kecil Aksi Protes Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)