Letusan Aneh Bisa Ungkap Terjadinya Ledakan Matahari

Letusan Aneh Bisa Ungkap Terjadinya Ledakan Matahari

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 19 Jun 2021 22:01 WIB
Solar Dynamics Observatory milik NASA baru saja merekam solar flare atau suar Matahari, yaitu ledakan terbesar yang terjadi di bintang tersebut sejak tahun 2017. Kini dengan terjadinya solar flare itu, ada kemungkinan Matahari bakal sangat aktif kembali.
Letusan Aneh Bisa Ungkap Terjadinya Ledakan Matahari. Foto: 20detik
Jakarta -

Ilmuwan mendeteksi letusan Matahari yang tak biasa. Peristiwa ini bisa membantu para ilmuwan mengungkap informasi baru tentang apa yang menyebabkan ledakan Matahari yang kuat, dan bagaimana seseorang dapat memprediksinya dengan lebih baik di masa depan.

Berdasarkan penelitian NASA, para ilmuwan mengatakan bahwa ledakan ini mengandung komponen tiga jenis letusan Matahari yang biasanya terjadi secara terpisah. Letusan ini adalah yang pertama dari jenisnya yang dilaporkan.

NASA merilis sebuah video yang menunjukkan letusan Matahari, dan membicarakan tentang bagaimana ledakan Matahari dapat berdampak pada astronaut di luar angkasa dan teknologi di Bumi.

"Peristiwa ini adalah mata rantai yang hilang, di mana kita dapat melihat semua aspek dari berbagai jenis letusan dalam satu 'paket kecil' yang rapi. Ini menunjukkan bahwa letusan tersebut disebabkan oleh mekanisme yang sama, hanya pada skala yang berbeda," kata ilmuwan ahli Matahari Emily Mason dari Goddard Space Flight Center, dikutip dari Hindustan Times.

Studi tersebut, yang telah diterima pada pertemuan ilmiah American Astronomical Society, akan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Mengenal letusan Matahari?

Letusan Matahari biasanya datang dalam salah satu dari tiga bentuk yaitu, ontaran massa koronal, jet, atau letusan parsial. Coronal mass ejection (CME) dan jet, keduanya merupakan letusan eksplosif yang melemparkan energi dan partikel ke luar angkasa, tetapi keduanya terlihat sangat berbeda.

Sementara jet, meletus sebagai kolom sempit material surya, CME membentuk gelembung besar yang mengembang, didorong, dan dibentuk oleh medan magnet Matahari.

Di sisi lain, letusan parsial mulai meletus dari permukaan tetapi tidak memunculkan energi yang cukup untuk meninggalkan Matahari, sehingga sebagian besar material jatuh kembali ke permukaan Matahari.

Nah, dengan memahami mekanisme di balik peristiwa semacam itu, terutama CME, sangat berarti bagi para ilmuwan. Dengan demikian, akan bisa diprediksi kapan letusan besar Matahari dapat menyebabkan gangguan di Bumi.



Simak Video "Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)