NASA Terbangkan Bayi Cumi-cumi ke Luar Angkasa

NASA Terbangkan Bayi Cumi-cumi ke Luar Angkasa

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 01 Jun 2021 07:45 WIB
cumi-cumi bercahaya
Cumi-cumi bercahaya yang akan dibawa ke luar angkasa. Foto: Steven Trainoff Ph.D./Getty Images
Jakarta -

NASA bersiap untuk meluncurkan sekitar 128 bayi cumi-cumi bercahaya dan 5.000 Tardigrade ke luar angkasa. Hewan-hewan itu akan menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai bagian dari misi pasokan kargo ke-22 SpaceX.

SpaceX akan meluncurkan makhluk mikroskopis tersebut di atas roket Falcon 9 pada 3 Juni, 13:29 waktu setempat dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.

Dikutip dari Science Alert, cumi-cumi dengan panjang 3 mm yang akan dikirimkan ke luar angkasa ini memiliki organ khusus penghasil cahaya di dalam tubuhnya.

Para peneliti dari eksperimen ini berharap dapat menyelidiki hubungan simbiosis antara bakteri dan cumi-cumi untuk melihat bagaimana mikroba yang menguntungkan berinteraksi dengan jaringan hewan di luar angkasa.

"Hewan, termasuk manusia, bergantung pada mikroba untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Kami tidak sepenuhnya memahami bagaimana penerbangan luar angkasa mengubah interaksi yang menguntungkan ini," kata Jamie Foster, ahli mikrobiologi di University of Florida dan peneliti utama dari eksperimen Understanding of Microgravity on Animal-Microbe Interactions (UMAMI).

Cumi-cumi lahir tanpa bakteri, yang kemudian mereka peroleh dari laut di sekitar mereka, jadi para peneliti berencana menambahkan bakteri ke cumi-cumi segera setelah hewan tersebut tiba di ISS. Dengan cara ini, peneliti dapat mengamati cumi-cumi yang bersimbiosis dengan bakteri.

Dengan mempelajari molekul yang dihasilkan selama proses tersebut, para peneliti akan dapat menentukan gen mana yang dihidupkan dan dimatikan cumi-cumi untuk berhasil hidup di luar angkasa.

Mengetahui hal ini, nantinya akan bisa membantu manusia menjaga usus dan mikrobioma sistem kekebalan mereka dengan lebih baik dalam perjalanan luar angkasa jarak jauh.

TardigradeTardigrade, hewan terkuat di dunia. Foto: Eye of Science/SPL

Makhluk terkuat Bumi

Bersama cumi-cumi akan ada turut serta pula Tardigrade. Hewan yang sudah dikenal sebagai makhluk terkuat Bumi ini berukuran kecil dengan panjang hanya 1 milimeter.

Berbekal ketangguhannya, Tardigrade mampu menghadapi cuaca dan radiasi ekstrem. Ini juga bukan pertama kalinya Tardigrade dibawa ke luar angkasa.

Meskipun perjalanan ke luar angkasa adalah perjalanan yang sangat sulit, Tardigrade terbukti bisa bertahan. Baru-baru ini, hewan tersebut bahkan selamat dari tembakan senjata berkecepatan tinggi.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa Tardigrade mampu bertahan dari benturan yang dibuat dengan kecepatan sekitar 900 meter per detik.

Kemampuan ini membuat tardigrade menjadi organisme penelitian yang berguna di ISS, di mana para astronot berharap dapat mengidentifikasi gen spesifik yang bertanggung jawab atas kemampuan adaptasi luar biasa pada hewan ini. Harapannya, penelitian ini juga akan memberikan wawasan penting tentang dampak kesehatan dari perjalanan luar angkasa jangka panjang.

"Tardigrade dapat bertahan hidup termasuk setelah dikeringkan, dibekukan, dan dipanaskan hingga melewati titik didih air. Mereka bisa menghadapi ribuan kali radiasi sebanyak yang kita bisa dan mereka dapat bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu dengan sedikit atau bahkan tidak ada oksigen," kata Thomas Boothby, asisten profesor biologi molekuler di Wyoming University.

"Mereka telah terbukti bertahan dan berkembang biak selama penerbangan luar angkasa, dan bahkan dapat bertahan dalam waktu lama terpapar ruang hampa luar angkasa," ujarnya.

Untuk studi Boothby, astronot akan memeriksa biologi molekuler Tardigrade untuk mencari tanda-tanda adaptasi langsung dan jangka panjang terhadap kehidupan di orbit rendah Bumi, yang membuat para pelancong antariksa berani menghadapi kerasnya gravitasi nol dan peningkatan paparan radiasi.



Simak Video "NASA Akan Tabrak Asteroid Menggunakan Roket"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)