Surat Lama Albert Einstein Ungkap Burung Punya Kemampuan Super

Surat Lama Albert Einstein Ungkap Burung Punya Kemampuan Super

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 17 Mei 2021 22:36 WIB
German born American physicist Albert Einstein (1879 - 1955), 1946.   (Photo by Central Press/Getty Images)
Surat Lama Einstein Ungkap Kemampuan Super Burung. Foto: Getty Images
Jakarta -

Beberapa dekade sebelum kita tahu burung bisa melihat medan magnet Bumi, Albert Einstein membahas kemungkinan kemampuan indra super yang belum ditemukan, yang dia tuliskan dalam sebuah surat.

Surat dari Einstein ini ditulis pada tahun 1949, berisi jawaban atas pertanyaan dari salah satu ilmuwan lainnya bernama Glyn Davys tentang kemampuan burung. Jawaban Einstein dalam surat ini memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa dalam bidang biologi dan fisika.

Adapun pertanyaan asli dari Davys yang memulai korespondensi tidak berhasil ditemukan. Namun jika menilai dari jawaban Einstein, pertanyaan Davys berkaitan dengan persepsi hewan dan apa yang dapat dikatakannya terkait fisik.

"Dapat diperkirakan bahwa penyelidikan tingkah laku burung migran dan merpati pos suatu hari nanti dapat mengarah pada pemahaman tentang beberapa proses fisik yang belum diketahui," tulis Einstein dalam jawabannya.

Dikutip dari Science Alert, Senin (17/5/2021) lebih dari 70 tahun kemudian, kita sekarang tahu perkiraan Einstein benar. Bukti-bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa burung dapat merasakan medan magnet Bumi menggunakan fotoreseptor khusus di mata.

Albert EinsteinFoto: Science Alert

Burung memiliki mata yang sangat sensitif terhadap pergeseran halus medan magnet planet. Kemampuan inilah yang memungkinkan mereka bermigrasi ribuan kilometer tanpa tersesat. Hewan lain, seperti penyu, anjing, dan lebah, juga menunjukkan kemampuan luar biasa untuk merasakan medan magnet planet, meski tidak selalu melalui mata.

"Sungguh menakjubkan bahwa Einstein memahami kemungkinan ini beberapa dekade sebelum bukti empiris mengungkapkan beberapa hewan memang dapat melihat medan magnet dan menggunakan informasi tersebut untuk navigasi," tulis para peneliti di The Hebrew University of Jerusalem.

Einstein memiliki beberapa petunjuk untuk memandu pemikirannya. Pada saat surat itu ditulis, ilmu biologi dan ilmu fisika mulai menyatu, tidak seperti sebelumnya. Ekolokasi kelelawar baru-baru ini ditemukan, dan teknologi radar mulai mengakar.

Faktanya, Davys sendiri adalah seorang peneliti di bidang ini. Hal tersebut mungkin menjadi alasan mengapa Davys tertarik pada indera hewan aneh lainnya, seperti yang ditunjukkan oleh lebah.

Pada Einstein, dia menemukan sosok yang berpikiran sama. Tampaknya Davys menilai fisikawan terkenal itu juga terpesona pada ilmu biologi sebagai jendela kekuatan fisik yang tak terlihat.

Meski telah dilakukan penelitian selama beberapa dekade, masih banyak misteri yang tersisa. Mekanisme pasti yang digunakan hewan untuk merasakan cahaya atau merasakan medan magnet Bumi masih dipisahkan, dan mungkin tidak sama untuk setiap spesies.

Lebah, misalnya, tampaknya merasakan medan magnet di perut mereka, sementara burung dan anjing tampaknya melakukannya terutama melalui fotoreseptor khusus di mata mereka yang disebut kriptokrom. Bahkan sel manusia membuat kriptokrom, dan penelitian terbaru mengungkapkan sel-sel ini merespons secara dinamis terhadap perubahan medan magnet.



Simak Video "Penjelasan NASA soal Kemungkinan Asteroid Hantam Bumi di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)