Insinyur NASA Palestina: Mudah ke Mars, Tapi Tidak ke Gaza

Insinyur NASA Palestina: Mudah ke Mars, Tapi Tidak ke Gaza

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 16 Mei 2021 05:45 WIB
Dukungan Warga Dunia untuk Palestina
Foto: AP/Dita Alangkara
Jakarta -

Kesuksesan helikopter Ingenuity yang terbang di Mars, ada andil pria keturunan Palestina. Ia mengisahkan bahwa pergi ke Mars merupakan hal yang mudah ketimbang pulang ke Gaza.

Seperti diketahui, Gaza yang merupakan merupakan kota terbesar di Palestina sering terjadi konflik Israel-Palestina. Meskipun terletak di Laut Mediterania, untuk pergi ke Gaza, sangat sulit dicapai.

Hal itu dirasakan Loay Elbasyouni, insinyur Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Elbasyouni lahir dan besar di Gaza, ia meninggalkan kawasan tersebut sebelum intifadah kedua pada 2000. Elbasyouni pergi ke Amerika Serikat untuk menimba ilmu berkat beasiswa yang ia dapatkan.

Helikopter IngenuityHelikopter Ingenuity Foto: NASA

"Bagi seorang bocah, saya bermimpi untuk menjadi insinyur kedirgantaraan, tetapi hal itu tidaklah mudah bagi saya karena Palestina tidak memiliki program luar angkasa. Jadi, itu bukanlah perjalanan mudah," ungkap Elbasyouni kepada Channel 4 News dikutip Middle East Monitor, Sabtu (15/5/2021).

Pada akhirnya, ia menjadi insinyur penting bagian dari misi bersejarah dengan kontribusinya pembuatan helikopter Ingenuity yang dibawa ke Mars.

Punya keahlian dalam membuat alat canggih hingga bisa terbang di Planet Merah, tak lantas membuatnya menjadi spesial dan mudah untuk pulang kampung.

Menurutnya perjalanan ke Gaza bagaikan misi mustahil. Di sisi lain, Elbasyouni merindukan keluarganya di Palestina, sebab pertemuan terakhir mereka terjadi saat Elbasyouni meninggalkan Gaza di usia 20 tahun.



"Sangat sulit untuk masuk ke Gaza tanpa membahayakan karier saya. Jika saya masuk ke sana, saya mungkin terjebak," ungkap dia.

Bahkan, Elbasyouni mengatakan, menjalankan misi ke Mars dinilai lebih ringan ketimbang dia pulang kampung.

"Dengan sains kami dapat menghitung segalanya dan memprediksi segala sesuatu sebanyak yang kami bisa, dan kami berpegang pada harapan dan keyakinan, serta bukti matematis kami. Tetapi, jika menyangkut situasi yang melibatkan politik, itu tergantung orang dan politik, itu tidak bisa diprediksi," tuturnya.



Simak Video "NASA Kenalkan Ingenuity, Helikopter Penjelajah Planet Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)