Survei: Jakarta Adalah Kota Berisiko di Dunia!

Survei: Jakarta Adalah Kota Berisiko di Dunia!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 14 Mei 2021 13:15 WIB
Banjir merendam Jalan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021) siang. Warga pun mengandalkan ojek gerobak untuk menyeberangi banjir di jalan tersebut.
Jakarta. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Berdasarkan hasil survei 99 dari 100 kota paling berisiko di dunia itu ada di Asia. Dan, Jakarta yang merupakan ibu kota negara Indonesia berada di urutan pertama sebagai kota paling berisiko.

Menurut laporan terbaru Verisk Maplecroft, telah mengurutkan 576 kota terbesar di dunia yang rentang terhadap berbagai macam lingkungan dan iklim. Meski China dan India 'menyumbangkan' masing-masing 37 kota dan 43 kota mereka masuk kategori kota berisiko, parahnya Jakarta ada di urutan teratas.

"Data kami mengungkapkan Jakarta adalah kota berisiko, tetapi di seluruh dunia 414 kota - dengan lebih dari 1,4 miliar penduduk - dianggap berisiko tinggi atau ekstrim dari kombinasi polusi, persediaan air yang menipis, tekanan panas ekstrem, bahaya alam, dan kerentanan terhadap perubahan iklim," kata Verisk Maplecroft.

Berdasarkan hasil survei 99 dari 100 kota paling berisiko di dunia itu berada di Asia. Dan, Jakarta yang merupakan ibu kota negara Indonesia berada di urutan pertama sebagai kota paling berisiko.Berdasarkan hasil survei 99 dari 100 kota paling berisiko di dunia itu berada di Asia. Dan, Jakarta yang merupakan ibu kota negara Indonesia berada di urutan pertama sebagai kota paling berisiko. Foto: Verisk Maplecroft

Verisk Maplecroft mengungkapkan dengan meningkatnya emisi yang mendorong risiko terkait cuaca dan populasi yang tumbuh di banyak kota di seluruh dunia berkembang, risiko terhadap warga negara, aset nyata, dan operasi komersial akan meningkat.

Persoalan polusi menjadi ancaman utama bagi kesehatan penduduk perkotaan. Sebab, udara yang berbahaya menyebabkan hampir satu dari lima kematian di India pada tahun 2019, mengakibatka kerugian ekonomi sebesar USD 36 miliar.

Sedangkan, permasalahan ketersediaan air di kota pun tak kalah mengancam. Air yang tercemar berdampak kerugian hampir USD 9 miliar biaya kesehatan tahunan dan angka kematian mencapai 400 ribu orang setiap tahunnya.

"Kota berkinerja terburuk dalam peringkat, Jakarta, yang juga dilanda udara yang parah, tetapi yang memperburuk adalah ancaman abadi dari aktivitas seismik dan banjir," ujar Verisk Maplecroft.

Hal itu, kata Verisk Maplecroft, Pemerintah Indonesia berupaya memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Sementara itu, Kota Bandung dan Surabaya juga berada di jajaran kota paling berisiko dengan menduduki ranking empat dan delapan.

Berbicara soal negara, maka India yang paling depan kota-kota berisiko, yaitu New Delhi (peringkat kedua), Chennai (peringkat 3), Agra (peringkat 6), Kanpur (peringkat 10), Jaipur (peringkat 22), Lucknow (peringkat 24), Bengaluru (peringkat 25), dan Mumbai (peringkat 27).



Simak Video "Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)