11 Juta Burung Migrasi, Warga Diminta Matikan Lampu

11 Juta Burung Migrasi, Warga Diminta Matikan Lampu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 04 Mei 2021 08:45 WIB
Kerumunan burung Jalak nampak memenuhi langit Skotlandia. Memasuki musim dingin, para burung Jalak itu berkumpul untuk bermigrasi. Seperti apa penampakannya?
Ilustrasi migrasi burung. Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Washington -

Sekitar 11,5 juta burung dari berbagai spesies akan bermigrasi melalui negara bagian Washington, Amerika Serikat. Warga di sana pun diminta mematikan atau meredupkan lampu di luar rumah saat migrasi burung. Kenapa memangnya?

Belasan juta burung itu akan bermigrasi bertahap pada malam hari, setelah berkembang biak di Teluk Meksiko. Mereka bepergian di malam hari untuk menghindari predator sekaligus memanfaatkan suhu yang lebih dingin agar badan tak terlampau panas.

Akan tetapi saat ini, predator mungkin bukan lagi ancaman terbesar mereka melainkan polusi cahaya yang membuat mereka kebingungan menentukan arah. Akibatnya banyak yang tewas menabrak jendela atau gedung. Tak tanggung-tanggung, ratusan juta burung mati karena kondisi itu.

"Mengagumkan bahwa burung-burung itu terbang ribuan kilometer pada malam hari. Mereka menggunakan beberapa tanda. Salah satunya adalah cahaya bintang dan Bulan. Cahaya berbeda-beda dari lingkungan yang muncul dalam 100 tahun terakhir benar-benar bikin mereka disorientasi," kata Dr Alejandro Rico, profesor biologi dari University of Washington.

Migrasi burung itu sudah dimulai beberapa waktu lalu di mana 70% dari seluruh burung di Amerika Utara migrasi dan 80% di antaranya terbang pada malam hari. Dr Rico pun menekankan pentingnya meminimalisir polusi cahaya untuk membantu mereka.

"Bangunan besar memang yang paling menarik perhatian burung itu. Namun sebagai individu, kita tentu bisa membuat perbedaan dengan hanya menurunkan tingkat cahaya," sarannya, dikutip detikINET dari Daily Mail.

Kota lain seperti New York yang biasanya bermandikan cahaya sudah mengambil langkah untuk memuluskan migrasi burung itu. Sejak tahun 2015, pejabat di kota meminta agar pada masa migrasi burung, cahaya di bangunan yang tidak penting dimatikan saja.



Simak Video "Selain di Bali, Fenomena Burung Pipit Mati Massal Juga Ada di Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)