China Gunakan Satelit Mata-mata untuk Bikin Peta Bulan

China Gunakan Satelit Mata-mata untuk Bikin Peta Bulan

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 08 Apr 2021 20:45 WIB
Bulan Purnama
China Gunakan Satelit "Mata-mata" untuk Bikin Peta Bulan. Foto: AP
Jakarta -

China memanfaatkan satelit geostasioner miliknya, yang dipandang sejumlah ahli sebagai satelit mata-mata Bumi yang sangat kuat, untuk membuat peta tanpa batas dari elemen utama Bulan.

Dalam makalah ilmiah yang dipublikasikan di Research in Astronomy and Astrophysics, tim ilmuwan luar angkasa dan peneliti observasi Bumi, memanfaatkan Gaofen-4 untuk membantu memahami asal dan evolusi Bulan.

Lalu bagaimana satelit mata-mata ini digunakan? Dikutip dari Space News, Kamis (8/4/2021) satelit geostasioner resolusi tinggi milik China tersebut akan mengumpulkan gambar eksposur tunggal dari seluruh bagian cakram Bulan yang kemudian akan dipakai untuk membuat peta elemen utama Bulan.

"Isi unsur sampel tanah yang dikembalikan oleh misi Apollo dan Luna dianggap sebagai kebenaran dasar, dan berkorelasi dengan reflektansi dari situs pengambilan sampel yang diekstraksi dari data Gaofen-4," kata para peneliti dalam laporannya.

Data yang dihasilkan Gaofen-4 memungkinkan elemen utama Bulan, yakni Maria (bagian gelap Bulan dengan ketinggian lebih rendah) dan dataran tinggi Bulan bisa diperkirakan dan dibandingkan.

Teleskop Geostasioner Terkuat

Menurut situs pelacakan satelit populer, N2YO.com, Gaofen-4 dilengkapi dengan teleskop yang kuat untuk mengumpulkan citra untuk lingkup Asia-Pasifik yang bekerja hampir terus menerus. Kemampuan ini juga dapat membantu melacak aktivitas angkatan laut asing.

"Gaofen-4 dapat melihat objek sekecil 50 meter, resolusi yang memungkinkan satelit untuk melihat kapal tanker minyak mengepul melintasi lautan. Di malam hari, kamera inframerah di atas kapal Gaofen-4 juga dapat menangkap citra yang kurang detail dengan resolusi sekitar 400 meter," catat N2YO.com.

Gaofen-4 diluncurkan pada Desember 2015 dengan roket CZ-3B/G2 dari pusat luar angkasa Xichang China. Wahana luar angkasa ini juga dimanfaatkan sebagai pendukung tanggap bencana, kehutanan, gempa Bumi dan aplikasi meteorologi, serta melengkapi teknologi canggih untuk peringatan bencana alam, baik itu untuk kebakaran hutan, topan, dan tugas keamanan nasional.



Simak Video "Persiapan Ramadan, Pengurus-Jemaah Masjid di Makassar Divaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)