Kasihan, Burung Ini Hampir Punah Sampai Lupa Bernyanyi

Kasihan, Burung Ini Hampir Punah Sampai Lupa Bernyanyi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 19 Mar 2021 07:02 WIB
Burung regent honeyeater
Burung regent honeyeater. Foto: Wikimedia Commons
Australia -

Spesies burung ini sekarang benar-benar terancam punah, jumlahnya menyusut sangat tajam. Bahkan saking sedikit jumlahnya, sampai-sampai mereka lupa dengan nyanyian khas mereka sendiri karena tidak bisa belajar dari burung sejenisnya.

Burung bernama regent honeyeater ini, yang dulu melimpah ruah jumlahnya di Australia, sekarang kategorinya sudah kritis. Hanya ada sekitar 300 individu masih ada.

"Mereka tidak punya kesempatan untuk bersama dengan honeyeater yang lain dan tidak bisa belajar seperti apa suara mereka sendiri," kata periset Dr Ross Crates yang dikutip detikINET dari BBC, Jumat (87/3/2021).

Dr Crates dari Difficult Bird Research Group at the Australian National University pun berusaha mencari solusinya. Saat ini, mereka berupaya menjadi burung itu yang ada dalam penangkaran agar bisa bernyanyi seperti burung sejenisnya di alam liar.

Burung ini sudah susah ditemukan. "Mereka sangat langka dan berada di area yang sangat besar, mungkin 10 kali ukuran Inggris, jadi seperti mencari jarum di tumpukan jerami," katanya.

Awalnya mereka mencari burung itu, kemudian Dr Crates bingung karena suara yang terdengar dari burung itu berbeda dari yang ia pernah dengarkan. "Mereka benar-benar tidak bersuara seperti regent honeyeater, mereka seperti dari spesies yang berbeda," papar dia.

Burung belajar dengan cara yang sama seperti manusia berbicara. "Sebagai burung muda, ketika mereka meninggalkan sarang dan menuju dunianya, mereka harus berasosiasi dengan yang lebih dewasa sehingga bisa mendengar mereka bernyanyi dan mengulanginya seiring waktu," tambahnya.

"Jadi mereka malah belajar dari spesies yang lain," katanya, merujuk pada sangat langkanya burung tersebut.



Simak Video "Cantiknya Batik Motif Garuda Pancasila Bikinan Perajin di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)