Naskah 3.500 Tahun Ungkap Rahasia Pembuatan Mumi

Naskah 3.500 Tahun Ungkap Rahasia Pembuatan Mumi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 03 Mar 2021 07:15 WIB
mumi 3.000 tahun
Ilustrasi mumi. Foto: Leeds Teaching Hospitals/Leeds Museums and Galleries
Jakarta -

Panduan untuk mumifikasi ditemukan pada sepotong papirus berusia 3.500 tahun yang disebut manuskrip Papirus Louvre-Carlsberg. Teks ini dinamakan demikian karena separuhnya berada di Museum Louvre, Paris, dan separuh lainnya bagian dari Paryrus Carlsberg Collection di University of Copenhagen, Denmark.

Sebelum teks baru ini ditemukan, para ahli hanya memiliki dua teks asli tentang mumifikasi. Proses tersebut dianggap sebagai seni sakral di Mesir kuno, dengan hanya beberapa spesialis yang diinstruksikan tentang cara pembalseman. Pengetahuan tersebut biasanya diteruskan secara lisan dari orang ke orang.

Di antara detail yang terdapat dari dokumen tersebut, ada daftar instruksi untuk membalsem wajah orang yang meninggal. Caranya dilakukan dengan selembar kain linen merah yang dilapisi larutan khusus nabati.

Dibutuhkan juga zat aromatik serta pengikat untuk menyatukan campuran serta kain lainnya yang dimaksudkan untuk menjaga wajah tetap terlindungi dari serangga dan bakteri. Proses ini belum didokumentasikan sebelumnya, tetapi cocok dengan beberapa mumi yang telah ditemukan.

Panduan untuk mumifikasi ditemukan pada sepotong papirus berusia 3.500 tahun yang disebut manuskrip Papirus Louvre-Carlsberg. Teks ini dinamakan demikian karena separuhnya berada di Museum Louvre, Paris, dan separuh lainnya bagian dari Paryrus Carlsberg Collection di University of Kopenhagen, Denmark.Sebelum teks baru ini ditemukan, para ahli hanya memiliki dua teks asli tentang mumifikasi. Proses tersebut dianggap sebagai seni sakral di Mesir kuno, dengan hanya beberapa spesialis yang diinstruksikan tentang cara pembalseman. Pengetahuan tersebut biasanya diteruskan secara lisan dari orang ke orang.Bagian dari papirus. Foto: (The Papyrus Carlsberg Collection, University of Copenhagen)

Naskah ini juga menjabarkan jadwal 70 hari penuh untuk pembalseman, dibagi menjadi dua bagian: periode pengeringan 35 hari dan periode pembungkus 35 hari, yang dibagi menjadi interval empat hari. Perawatan umum untuk tubuh termasuk mengoleskan campuran yang disebut natron, setelah pengangkatan organ dan otak.

Meskipun penggunaan natron tidak disebutkan dalam teks khusus ini, Egyptologist Sofie Schiødt, dari University of Kopenhagen menjelaskannya sebagaimana dikutip dari Science Alert, Rabu (3/3/2021).

"Di antara interval empat hari, jenazah ditutup dengan kain dan dilapisi jerami yang diresapi aromatik untuk mengusir serangga dan pemakan bangkai," tuturnya.

Naskah Papirus Louvre-Carlsberg lebih tua dari dua manual mumifikasi yang telah ditemukan sebelumnya, sehingga menjadi catatan praktik tertua yang dimiliki sekarang. Ini juga mencakup detail yang lebih lengkap dibanding dua dokumen lainnya.

"Banyak uraian tentang teknik pembalseman yang kami temukan dalam papirus ini telah terlewatkan oleh dua manual selanjutnya, dan ini uraiannya sangat rinci," kata Schiødt.

Penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review tetapi menjadi dasar tesis PhD yang ditulis oleh Schiødt.



Simak Video "Di Balik Kemeriahan Parade Akbar Pemindahan Mumi Kerajaan Mesir Kuno"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)