Ilmuwan Berambisi Bikin Kembaran Planet Bumi

Ilmuwan Berambisi Bikin Kembaran Planet Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 01 Mar 2021 06:31 WIB
High altitude view of the Earth from space, blue planet with white clouds and deep black space. Elements of this image furnished by NASA.

/urls:
https://images.nasa.gov/details-iss047e137096.html,
https://images.nasa.gov/details-GSFC_20171208_Archive_e000127.html,
https://images.nasa.gov/details-iss013e78960.html,
https://images.nasa.gov/details-iss040e088891.html /
Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11
Jakarta -

Ilmuwan di Eropa sedang menciptakan kembaran Planet Bumi secara virtual. Simulasi digital yang benar-benar mirip Bumi sehingga disebut kembaran ini ditujukan untuk mencari informasi tentang dampak cuaca ekstrim dan ancaman perubahan iklim.

Seperti dikutip detikINET dari Euro News, proyek besar ini dikerjakan bersama-sama oleh European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), European Space Agency (ESA), serta European Organization for the Exploitation of Meteorological Satellites (EUMETSAT).

Selain mengerahkan ilmuwan, pembuatan kembaran Bumi ini juga memanfaatkan jasa programmer. Bentuk Bumi dan segala aktivitas yang terjadi akan diciptakan seperti kenyataannya.

"Model sistem Bumi baru ini akan mewakili secara virtual semua proses di permukaan Bumi serealistis mungkin, termasuk pengaruh manusia terhadap air, makanan dan manajemen energi, serta proses yang terjadi di sistem fisik Bumi," sebut ETH Zurich dalam pernyataannya.

Hasil dari simulasi Bumi buatan ini akan membantu pihak-pihak terkait mengetahui permasalahan perubahan iklim dengan lebih dekat dan seksama dan untuk diimplementasikan di dunia nyata. Seluruh data terkait perubahan iklim dan krisis yang terjadi akan dimasukkan.

Simulasi digital ini melibatkan komputasi tingkat tinggi dengan algoritma kompleks, yang mampu menangani data super besar. Periset mengestimasi diperlukan komputer super dengan 20 ribu prosesor grafis untuk menciptakan Bumi buatan dengan asupan listrik 20MW.

"Untuk alasan ekonomis dan ekologi, komputer semacam itu harus beroperasi dilokasi di mana listrik yang netral karbon tersedia dalam kuantitas yang cukup," tambah ETH Zurich.

Ditargetkan pada tahun 2025, tim ilmuwan Uni Eropa ini sudah mengembangkan dan mengoperasikan lima kembaran Bumi secara digital. Data dari simulasi tersebut kemudian akan dikombinasikan untuk membuat kembaran Bumi yang sepenuhnya mendekati kenyataan.



Simak Video "Kembali Diguncang Gempa, #PrayforMalang Serukan Doa untuk Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)