Siap-siap! Taksi Terbang Akan Layani Penumpang Pada 2024

Kendaraan Masa Depan

Siap-siap! Taksi Terbang Akan Layani Penumpang Pada 2024

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 28 Feb 2021 07:02 WIB
Taksi Terbang Buatan Joby Aviation di Amerika Serikat
Taksi terbang buatan Joby Aviation (Foto: Joby Aviation)
Jakarta -

Salah satu moda kendaraan masa depan adalah taksi terbang. Terdengar ambisius dan mahal, namun belum benar-benar bisa menguntungkan.

Taksi terbang ini bukan mobil taksi yang terbang, melainkan taksi helikopter. Salah satu yang mendorong taksi terbang adalah Uber sejak 2018. Seperti pernah diberitakan Bloomberg pada 11 Februari 2018, Uber menggandeng Bell Helicopter.

Uber dan Bell mencoba merevolusi transportasi massal melalui usaha mereka dalam mewujudkan taksi udara. Pengguna rencananya bisa memesan lewat aplikasi Uber Chopper di Amerika Serikat.

Sebagai penyedia helikopter untuk kebutuhan komersial maupun militer, Bell diharapkan mampu mempercepat implementasi teknologi vertical take-off and landing (VTOL) pada taksi terbang agar dapat diproduksi dalam skala besar.

Selain itu, Uber juga menjalin kerja sama dengan Aurora Flight Sciences, Pipistrel Aircraft, Embraer SA, dan Mooney International Corp. Uber turut menggandeng NASA untuk membantu dalam pengembangan proyek mobil terbang agar dapat mengudara di ketinggian rendah. Namun bagaimana nasib kendaraan masa depan ini sekarang?

Uber Chopper ganti nama jadi Uber Air dan akhirnya Uber Elevate. Uber Elevate disebut sebagai layanan berbagi tumpangan penerbangan. Layanan ini digadang-gadang sebagai angkutan umum masa depan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas darat.

Namun rupanya kondisi bisnisnya tidak terlalu bagus juga karena pandemi Corona. Uber harus mengencangkan ikat pinggang. ZDNet memberitakan pada Desember 2020, Uber Elevate dijual ke Joby Aviation.

Bersama Joby, masa depan taksi terbang tetap terjaga. Platform yang dibeli dari Uber ditambah lagi dengan Joby mampu merancang taksi terbang sendiri berbentuk helikopter 4 penumpang dengan kemampuan Vertical Take Off Landing (VTOL) dan dapat sertifikasi dari Angkatan Udara Amerika. Joby lalu dapat suntikan dana investor dari Toyota.

Motor Autrhority seperti dilihat detikINET, Minggu (28/2/2021) memberitakan Joby akan melepas saham di Bursa Saham New York dan merger dengan Reinvent Technology Partners. Duit yang terkumpul akan dipakai untuk bikin pabrik yang akan dibangun tahun ini.

Taksi terbang dari Joby juga terus diuji coba. Mereka mengklaim sudah ada 100 uji terbang dan catatan kecepatan 250-350 km/jam. Targetnya, taksi terbang sudah bisa dikomersilkan pada 2024. Semoga benar-benar bisa terwujud!



Simak Video "Wus! Nggak Usah Takut Macet, ke Bandara Kini Bisa Naik 'Taksi Terbang'"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)