China Kagumi Teknologi Rover NASA yang Mendarat di Mars

China Kagumi Teknologi Rover NASA yang Mendarat di Mars

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 22 Feb 2021 19:00 WIB
Beijing -

China belakangan sangat agresif menjelajah antariksa, baru saja wahana Tianwen-1 mencapai orbit Mars, sesuatu yang baru pertama kali dilakukan ilmuwan negara itu. Namun demikian, mereka mengakui bahwa teknologi NASA masih nomor satu.

Seperti diketahui, NASA berhasil mendaratkan rover robotika tercanggihnya, Perseverance, dengan mulus di Mars. China memang akan mendaratkan rover, namun belum bisa seketika melainkan masih menunggu waktu yang tepat, mungkin bulan Mei atau Juni mendatang.

Keberhasilan itu menjadi topik bahasan populer oleh netizen di media sosial Weibo. Video pengumuman Perseverance telah mendarat di permukaan Mars disaksikan sekitar 30 juta kali.

"Walau AS memusuhi negara kita dalam beberapa tahun terakhir, kita harus merayakan pendaratan landing itu karena setelah meninggalkan Bumi, mewakili seluruh umat manusia. Tianwen-1 milik kita akan datang selanjutnya," tulis seorang netizen.

"Jujur saja, NASA masih pemimpin dunia dalam hal eksplorasi antariksa. Dan kami harap suatu hari nanti, mereka benar-benar membagikan penemuan dan teknologinya pada dunia," tulis yang lain.

Perseverance adalah rover kelima yang didaratkan NASA di Mars. Dalam 10 kali percobaan menyambangi permukaan Mars, wahana NASA berhasil 9 kali.

Salah satu teknologinya yang bikin kagum adalah 'derek angkasa', wahana terbang yang menurunkan Perseverance dengan kabel. Setelah parasut lepas, derek bertenaga roket inilah yang bertanggung jawab memastikan Perseverance mendarat dengan selamat. Teknologi serupa sudah dipakai kala pendaratan rover Curiosity di tahun 2012.

"Sistem ini adalah yang paling kompleks dan paling mahal, tapi juga paling canggih. Teknologi derek angkasa semacam itu bisa mendaratkan rover besar dan berat ke permukaan Mars dengan presisi tinggi," cetus Pang Zhihao, mantan periset di China Academy of Space Technology yang dikutip detikINET dari Global Times, Senin (22/2/2021).

(fyk/rns)