Fakta-fakta Matahari Buatan China, Apa Fungsinya?

Fakta-fakta Matahari Buatan China, Apa Fungsinya?

Puti Yasmin - detikInet
Rabu, 09 Des 2020 19:11 WIB
Matahari Buatan China
Fakta-fakta Matahari Buatan China, Apa Fungsinya? (Foto: Dok. AFP)
Jakarta -

China tengah mengembangkan energi bersih dengan membuat proyek HL-2M Tokamak. Proyek ini juga dikenal dengan nama matahari buatan China. Apa fungsinya?

Matahari buatan china untuk apa? Pada dasarnya, proyek ini bukan lah pengganti matahari tetapi untuk mencari energi bersih yang ramah lingkungan. Hanya saja, teknologi ini memiliki besaran panas seperti matahari.

Proyek matahari buatan China ini terletak di provinsi Sichuan Barat Daya dan berhasil menyala pertama kali pada Jumat (4/12) kemarin.

Fakta-fakta Matahari Buatan China 2020 dikutip dari CNN Indonesia:

  • 1. Nama Matahari Buatan China

Pengambilan nama proyek ini dipilih karena cara kerjanya sama seperti matahari dan bintang, yakni menggunakan fusi hidrogen sehingga bisa menciptakan panas. Dengan cara tersebut, energi yang diciptakan bisa lebih bersih dan aman daripada reaktor nuklir biasa.

  • 2. Punya Panas 10 Kali Lipat dari Inti Matahari

Proyek matahari buatan China bekerja dari hasil reaksi nuklir dengan menggunakan magnet yang dipadukan plasma panas. Akibatnya, suhu yang diciptakan bisa mencapai 15 juta derajat Celcius atau 10 kali lipat lebih panas dari inti matahari.

  • 3. Beroperasi Tahun 2050

Walaupun telah berhasil menyala, proyek ini baru akan beroperasi di tahun 2050 nanti. Pemerintah China berencana akan membangun prototipe industri terlebih dahulu di tahun 2035.

  • 4. Energi Tanpa Batas

Reaktor matahari buatan China bisa menghasilkan panas dan tenaga yang sangat besar. Bahkan, para peneliti mengklaim energi yang dihasilkan bisa tanpa batas.

Para ilmuwan percaya suhu yang diciptakan mencapai 15 juta derajat Celcius ini baru suhu minimal. Artinya, masih ada tahapan selanjutnya yang harus dilakukan tim demi mendapatkan sumber energi yang mutakhir.

  • 5. Cara Kerja Matahari Buatan China

Proyek ini bekerja dengan menggabungkan dua inti hidrogen hingga menciptakan energi panas yang luas biasa. Proses ini juga dikenal dengan nama fusi nuklir.

Hanya saja, ini berbeda dengan reaktor nuklir biasa yang menerapkan fisi (pembelahan) inti atom karena tidak mencemari lingkungan. Nuklir biasa bisa menghasilkan limbah radioaktif.

  • 6. Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Untuk menciptakan matahari buatan China, sebanyak 35 negara ikut terlibat. Adapun, negara-negara yang terlibat adalah Amerika Serikat, Uni-Eropa, Rusia, Jepang, India, dan Korea selatan.

Adapun, proyek matahari buatan China ini rencananya akan dibuat untuk bekerja sama dengan ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER), sebuah proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Prancis.



Simak Video "Alibaba Dijatuhi Denda Rp 40,49 Triliun Oleh Pemerintah China"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)