Mineral Langka Bikin Batu Meteor Josua Harganya Selangit

Mineral Langka Bikin Batu Meteor Josua Harganya Selangit

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 19 Nov 2020 14:13 WIB
Seorang warga di Dusun Sitambarat, Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membuat heboh karena menyebut rumahnya ditiban meteor. Buktinya adalah atap rumah bolong dan sebongkah batu.
Batu meteor milik Josua (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Jakarta -

Nama Josua Hutagalung mendadak viral, setelah pria asal Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, itu menjual batu meteor dengan harga selangit. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan bahwa kandungan batu di dalam meteor tersebut memang langka adanya yaitu Carbonaeous Chondrite.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Rhorom Priyatikanto mengatakan, bila berkaitan dengan kolektor, harga suatu barang bisa fantastis.

Diketahui, batu luar angkasa alias meteor seberat 1.800 gram yang menimpa rumah Josua, telah dijual oleh dengan harga Rp 200 juta ke tangan Jared Colins, seorang bule yang menetap di Bali.

Namun siapa sangka, media Inggris menyebutkan bahwa batu meteor itu bisa dihargai 757 Poundsterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual-beli online. Artinya, batu milik Joshua tersebut setara dengan Rp 26 miliar.

"Bila memang itu meteor tipe carbonaceous chondrite seperti yg diberitakan, maka meteor tersebut memang memiliki nilai untuk kepentingan ilmiah karena berasal dari materi awal pembentukan tata surya," ujar Rhorom kepada detikINET, Kamis (19/11/2020).

Klasifikasi meteornya disebut adalah CM1/2 Carbonaeous Chondrite, varietas yang disebut sangat langka. Menurut ilmuwan, meteor tersebut diyakini mengandung asam amino unik dan elemen kuno lainnya yang mungkin bisa menjawab asal muasal kehidupan. Adapun usianya diestimasi sekitar 4,5 miliar tahun.

"Materi tersebut tidak mengalami proses geologis sehingga masih menyimpan informasi masa lampau. Meteor ini tergolong langka dan hanya sekitar 3% dari meteor yang pernah ditemukan jatuh di muka Bumi," sambungnya.

Meteor memang tidak jarang terjual dengan harga tinggi. Juga pada bulan Agustus, 200 fragmen meteor berusia 4,6 miliar tahun jatuh di area Santa Filomena, Brasil. Salah satu pecahan terbesar seberat 40 kilogram, dengan estimasi harga 20 ribu poundsterling.

Media yang berbasis di AS, New York Post, menyebut bahwa sosok pembelinya adalah Jay Piatek, seorang dokter dan kolektor meteor. Ia bermukim di kota Indianapolis.

Salah satu koleksinya yang terkenal adalah batu dari Mars yang berjuluk Black Beauty, berumur 4,4 miliar tahun. Ketika asteroid menabrak Mars, baru itu terlempar ke angkasa dan mendarat di Bumi, di sekitar Sahara. Piatek membelinya pada tahun 2011.

Halaman selanjutnya: nilai ekonomis batu meteor

Nilai ekonomis batu meteor

Sementara mengenai harga batu meteor yang fantastis di pasar, seperti disampaikan Kepala Lapan Thomas Djamaluddin tidak bisa menaksirnya. Dikarenakan, untuk menilai hal tersebut ranah badan geologi.

"Saya tidak tahu tentang nilai ekonomi batu meteorit. Jadi, saya tidak bisa memberikan komentar atas berita tersebut. Saya tidak tahu rincinya. Komposisi meteorit adalah ranahnya Badan Geologi, khususnya Museum Geologi," sebutnya.

Meski sudah terlanjur menjual batu meteor, rupanya Joshua tidak semua melego benda antariksa yang menimpa rumahnya itu pada 1 Agustus 2020 lalu.

Josua menyebut bobot batu meteor yang jatuh menimpa atap rumahnya mencapai 2,2 kilogram, sedangkan yang dijual ke Jared hanya 1.800 gram. Sisanya, menurut Josua, telah dibagi-bagi ke sanak keluarga.

"Saya sendiri dapat lima gram, selebihnya saya bagi-bagi ke sanak keluarga. Ada yang dibuat batu cincin," jelasnya.

Josua berjanji tidak akan menjual sisa batu meteor yang dimilikinya itu, meski harga di pasar internasional cukup mahal. Dia mengatakan, batu seberat lima gram tersebut akan disimpannya sebagai kenang-kenangan.

"Lima gram itu kan secuil, biarlah jadi kenang-kenangan," ucap Josua.

(agt/fay)