Takut Disengat, Pemburu Tawon Pembunuh Pakai Baju Khusus

Takut Disengat, Pemburu Tawon Pembunuh Pakai Baju Khusus

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 02 Nov 2020 21:10 WIB
Perburuan tawon pembunuh
Para pemburu tawon pembunuh. Foto: Washington State Department of Agriculture
Washington -

Sarang pertama tawon raksasa Asia atau yang sering dijuluki tawon pembunuh di negara bagian Washington, Amerika Serikat mulai dibasmi oleh ahli serangga setelah pencarian selama berminggu-minggu. Untuk melawan tawon itu, para pemburu pun mengenakan pakaian khusus.

Seperti diberitakan, ada beberapa penampakan tawon pembunuh di AS sejak akhir tahun silam dan belum diketahui dari mana asalnya. Tawon raksasa Asia, Vespa mandarinia ini, merupakan spesies tawon terbesar dan ratunya bisa tumbuh hingga ukuran 5 cm.

Ancaman terbesar dari tawon pembunuh datang dari serangan mereka terhadap lebah madu, yang saat ini populasinya terancam karena masalah seperti pestisida, penyakit dan berkurangnya makanan. Karena dianggap berbahaya, otoritas ingin memberantasnya sebelum populasinya meledak.

Lusinan petugas pun dikerahkan. Karena racun tawon ini amat menyakitkan, bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan kematian, lusinan pemburu tawon pun mengenakan pakaian pelindung serba putih, seakan-akan mereka tengah menghadapi wabah virus atau senjata biologi.

Pakaian pelindung biasa yang dikenakan oleh peternak lebah kurang mumpuni menghadapi tawon pembunuh. Seorang petugas di Kanada mengaku merasakan sakit cukup parah saat disengat sampai 7 kali, ketika dia membury lebah pembunuh.

Washington State Department of Agriculture mendanai perburuan itu dan tidak banyak menganggarkan untuk pakaian pelindung. Maka dicarilah kostum dari toko online Amazon. Mereka memesan 15 kostum pelindung tersebut, dengan harga per buah USD 170.

Pakaian itu disebut anti tawon dan lebah, walau tidak spesifik bisa menangkis sengatan tawon pembunuh. Dikutip detikINET dari Ars Technica, ada tiga lapisannya, dengan semacam vusa di antaranya.

Pada awalnya, WSDA tidak yakin apakah kostum itu akan digunakan mengingat setelah berburu cukup lama, sarang tawon pembunuh tidak juga ditemukan. Namun akhirnya ada juga sarang yang dijumpai sehingga tim langsung mengenakan pakaian pelindung itu.

Tawon berjumlah sekitar 100 ekor, dimasukkan ke dalam tabung. Pada akhirnya, tidak ada anggota tim yang tersengat karena suhu rendah membuat mereka kurang aktif. Keampuhan pakaian itu pun belum sempat dibuktikan.

"Mereka cukup mengintimidasi. Ukurannya besar dan berisik, dan saya tahu akan mengalami luka sangat menyakitkan jika tersengat," kata Chris Looney dari WSDA. Kini, perburuan sarang tawon pembunuh berikutnya pun berlanjut.



Simak Video "Sarang Pertama Tawon Raksasa Asia Ditemukan di AS, Ilmuwan Bergerak!"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)