Amoeba Pemangsa Otak Makan Korban!

Amoeba Pemangsa Otak Makan Korban!

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 29 Sep 2020 05:49 WIB
Infeksi otak langka yang diakibatkan amoeba pemakan otak ditemukan di Florida
Ditemukan Amoeba Pemangsa Otak yang Makan Korban. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Tahun 2020 sejauh ini menjadi tahunnya virus Corona, tawon pembunuh, dan kini ditemukan amoeba pemangsa otak. Ya, bakteri yang menginfeksi dan 'memakan' otak manusia ini ditemukan di Texas, Amerika Serikat (AS).

Pekan lalu, kota Lake Jackson, Texas mengumumkan peringatan bencana setelah mendeteksi adanya amoeba mikroskopis Naegleria fowleri di sistem perairan mereka. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Naegleria fowleri umumnya ditemukan di air tawar yang hangat seperti danau, sungai, dan mata air panas, dan tanah.

Dikutip dari Gizmodo, Selasa (29/9/2020) amoeba ini dapat menyebabkan infeksi otak langka yang dikenal sebagai primary amebic meningoencephalitis (PAM), yang hampir selalu mengakibatkan kematian. Secara umum, menurut CDC, kasus infeksi terjadi ketika air yang terkontaminasi amoeba tersebut memasuki tubuh melalui hidung.

Setelah berada di hidung, amoeba bergerak ke otak dan menyebabkan PAM. Anehnya, CDC menyatakan bahwa orang tidak dapat tertular jika mereka menelan air yang terkontaminasi Naegleria fowleri.

Kabar ini bermula dari informasi adanya seorang pasien rawat inap berusia 6 tahun bernama Josiah McIntyre sakit karena Naegleria fowleri. Dia akhirnya meninggal karena infeksi di otaknya. Keluarganya curiga bahwa dia mungkin menghirup air yang terkontaminasi di tempat umum atau saluran air di rumah.

Pejabat setempat pun segera mengambil tindakan. Mereka menutup sementara saluran air dan menguji keberadaan amoeba di air. Hasil tes di wilayah pertama dinyatakan negatif, namun tes tambahan yang dilakukan di berbagai lokasi oleh CDC menemukan tiga sampel positif tercemar Naegleria fowleri.

Keluarga Josiah meminta agar pemerintah setempat memberitahukan kepada publik bahwa ada amoeba pemangsa otak yang mematikan di luar sana. Sementara itu, CDC menyebutkan bahwa PAM, penyakit yang disebabkan oleh amoeba Naegleria fowleri, sulit dideteksi karena berkembang sangat cepat sehingga hasil diagnosis seringkali baru bisa diketahui setelah pasien meninggal.

Nenek Josiah, Natalie McIntyre menyebutkan, ketika dokter menyadari apa yang terjadi pada cucunya, semuanya sudah terlambat. "Jika kalian terpapar, atau menduga diri sendiri terpapar dan merasakan gejala-gejalanya, segera ke rumah sakit," kata Natalie.

Setelah mengetahui adanya sampel positif saluran air tercemar amoeba pemangsa otak tersebut, pejabat negara bagian Texas meminta otoritas perairan setempat mengeluarkan peringatan agar masyarakat untuk sementara waktu jangan dulu menggunakan air yang berasal dari saluran-saluran yang positif tercemar.

Badan kualitas lingkungan mengatakan, selama periode desinfeksi dan pembilasan dari amoeba mematikan ini, untuk keperluan minum dan memasak, masyarakat diminta menggunakan air yang dimasak dahulu. Untuk kegunaan mandi atau berenang, mereka mengimbau agar air tidak mengenai hidung.



Simak Video "Uji Fitur Voice dan Video Call, WhatsApp Web Siap Saingi Zoom?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)