Jenisnya Banyak, Vaksin Corona Mana yang Paling Efektif?

Jenisnya Banyak, Vaksin Corona Mana yang Paling Efektif?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 25 Sep 2020 17:09 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Ada berbagai jenis vaksin corona yang sedang dikembangkan dan diuji. Tapi manakah yang paling efektif juga tepat sasaran untuk menangkal Sars-CoV-2?

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang sedang diujicoba untuk menangkal infeksi novel coronavirus dikutip dari Chop, Jumat (25/9/2020):

  1. Vaksin yang dilemahkan: semua virus dimatikan dengan bahan kimia dan digunakan untuk membuat vaksin. Ini adalah pendekatan yang sama yang digunakan untuk membuat vaksin polio (suntikan) yang tidak aktif, hepatitis A dan rabies.
  2. Vaksin subunit: sepotong virus yang penting untuk kekebalan digunakan untuk membuat vaksin. Ini adalah pendekatan yang sama yang digunakan untuk membuat vaksin hepatitis dan human papillomavirus.
  3. Vaksin virus hidup yang dilemahkan: virus ditanam di laboratorium. Virus yang dilemahkan ini kemudian digunakan untuk membuat vaksin. Metode tersebut adalah pendekatan yang sama yang digunakan untuk membuat vaksin campak, gondok, rubella, cacar air dan salah satu vaksin rotavirus.

  4. Mereplikasi vaksin vektor virus: dalam hal ini, para ilmuwan mengambil virus yang tidak menyebabkan penyakit pada manusia (disebut virus vektor) dan menambahkan gen yang akan mengkode. Gen adalah blueprint yang memberitahu sel cara membuat spike protein. Ini adalah pendekatan yang sama yang digunakan untuk membuat vaksin virus Ebola.
  5. Vaksin DNA: gen yang mengkode spike protein COVID-19 dimasukkan ke dalam potongan DNA yang disebut plasmid. Plasmid kemudian disuntikkan sebagai vaksin. Ini pertama kalinya pendekatan ini dipakai.
  6. Vaksin mRNA: dalam pendekatan ini, vaksin mengandung messenger RNA, yang disebut mRNA. mRNA diproses dalam sel untuk membuat protein. Setelah protein diproduksi, sistem kekebalan akan memberikan respons terhadapnya untuk menciptakan kekebalan. Dalam hal ini, protein yang dihasilkan adalah spike protein COVID-19. Ini pertama kalinya pendekatan ini dipakai.

Lalu manakah yang paling efektif? Ada kemungkinan bahwa lebih dari satu pendekatan ini akan berhasil, tetapi hingga uji klinis masif selesai, belum ada yang tahu pasti.

Demikian pula, pendekatan yang berbeda mungkin memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda. Contohnya vaksin virus yang dilemahkan telah digunakan pada banyak orang dengan aman dan efektif selama bertahun-tahun, tetapi vaksin ini membutuhkan waktu lebih lama untuk diproduksi.

Selain perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk membuat berbagai jenis vaksin, setiap jenis juga dapat menyebabkan sistem kekebalan merespons secara berbeda. Memahami respon imun yang dihasilkan akan menjadi penting untuk menentukan apakah dosis tambahan (penguat) dibutuhkan dan berapa lama penerima vaksin akan terlindungi.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)